Satu Jenazah Korban Tabrakan Metro Mini Belum Teridentifikasi

Kombes Pol Musafak
JAKARTA — Satu jenazah korban trabrakan Metro Mini dengan Kereta Rel Listrik ( KRL ) Jabodetabek di perlintasan Jalan Tubagus Angke, hingga kini belum teridentifikasi. Hal tersebut dikarenakan belum ada keluarga korban yang datang untuk memberikan keterangan dan mencocokan dengan data yang ada.
Kepala Bidang Kedokteran Kesehatan (Kadid Dokkes) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Kombes Pol. Musafak mengatakan, perkembangan terbaru proses identifikasi yang dilakukan oleh Tim, dari jumlah total 18 korban tewas, 17 diantaranya telah teridentifikasi.
“Tinggal menyisakan satu jenazah lagi,” terangnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo ( RSCM ), Selasa (08/12/2015).
Ciri – ciri fisik satu korban tewas yang belum teridentifikasi diketahui dengan tinggi badan 162 cm, berjenis kelamin laki – laki, usia diperkirakan 20 – 30 tahun, kulit sawo matang. Sedangkan ciri – ciri pakaian korban memakai kaos berwarna biru tua, bertuliskan EVERY DAMN DAY merek Nike.
Selain itu, korban juga memakai kemeja berbahan jins lengan panjang bertuliskan INFECT pada bagian dada sebelah kiri, memakai celana jins warna biru tua merek INCASTER, memakai celana dalam abu – abu merek PUMA dan memakai ikat pinggang rajutan merek LEVIS 501.
Menurut Kabiddokes Kombes Pol Musafak, korban tersebut sejatinya telah teridentifikasi, namun Tim DVI hingga saat ini masih menunggu kedatangan keluarga korban yang bersangkutan, natinya akan dimintai keterangan sekaligus mencocokkan dengan data – data korban dengan data – data yang berasal dari pihak keluarga korban yang bersangkutan.
Musafak menambahkan, dari total 18 korban meninggal dunia, 13 laki – laki dan 5 perempuan. 17 korban tewas yang telah teridentifikasi semuanya sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga. Sementara itu, 6 korban luka berat hingga luka ringan sampai saat ini masih dirawat secara intensif di beberapa rumah sakit yang ada di Jakarta, antara lain RS. Atmajaya, RS. Sumber Waras dan RS. Tarakan.
SELASA, 08 Desember / Jurnalis : Eko Sulestyono/ Foto: Eko Sulestyono / Editor : ME. Bijo Dirajo 
Lihat juga...