Sebagai Penghasil Bawang Merah, Lampung Selatan Diharapkan Jadi Brebes Kedua

MINGGU, 27 DESEMBER 2015
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Henk Widi

LAMPUNG—Memasuki akhir tahun beberapa petani di wilayah Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung melakukan panen tanaman bawang merah. Tanaman bawang merah yang ditanam oleh petani wilayah tersebut merupakan tanaman sela yang ditanam saat musim gadu, yaitu musim dengan jumlah pasokan air terbatas sehingga petani tak bisa melakukan pertanian sawah. 


Pilihan melakukan penanaman bawang merah dilakukan oleh petani berkat masa tanam yang cukup singkat dan hasil memuaskan terutama dari segi harga yang memberi keuntungan berlipat bagi para petani.
Beberapa petani yang melakukan pemanenan tanaman bawang merah diantaranya, Tawud (45) warga Desa Sidoasih Kecamatan Ketapang Lampung Selatan. Laki laki yang biasanya menanam padi sawah mengaku menanam sekitar 100 kilogram bibit bawang merah dengan masa tanam sekitar dua bulan atau 60 hari telah menghasilkan tanaman bawang merah sebanyak 492 kilogram.
“Karena lahan terbatas, hanya seperempat hektar, maka bibit yang ditanam terbatas juga, namun lumayan hasilnya bisa panen sekitar empat kuintal lebih,” ungkap Tawud saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (27/12/2015).
Tawud mengaku pemanfaatan lahan dilakukannya pada musim gadu sejak bulan Oktober 2015 dan sudah mulai panen pada pertengahan Desember ini. Hasil yang cukup bagus tersebut diakuinya sebagai berkah akhir tahun mengingat beberapa petani lain tidak memiliki kesempatan untuk bisa menggarap sawahnya karena keterbatasan pasokan air. Ia bahkan terpaksa membuat penampungan air selama musim kemarau untuk menyiram tanaman bawang miliknya.
“Bulan Desember ini masanya beralih ke tanaman padi karena pasokan air cukup bagus. Setidaknya pasokan bawang merah bisa dipenuhi petani lokal tak harus mendatangkan dari Pulau Jawa karena petani di sini sudah menanamnya,”ungkap Tawud.
Hasil cukup bagus bagi petani bawang tersebut seiring dengan harga di tingkat petani yang mencapai Rp26.000,- perkilogram. Ia mengaku masih melayani pasar lokal dan dijual ke pasar tradisional yang ada di Kecamatan Ketapang melalui para pengepul bawang merah.
Meski menanam di lahan cukup terbatas, Tawud mengaku setelah dikurangi biaya operasional untuk pengolahan lahan, tenaga kerja, pupuk dan operasional lain ia mengaku masih bisa mengantongi uang sebanyak Rp12juta lebih dari hasil menanam bawang merah.
Sementara itu petani lain yang memanfaatkan lahan untuk menanam bawang merah, Muzfid (35), pemilik lahan tambak sebanyak 1 hektar ini mengaku menanam bawang merah di lahan tambak serta tanggul tambak. Ia mengaku justru masih mulai menanam di lahan tambaknya dengan bibit mencapai 100 kilogram.
“Saya tetap menanam bawang meskipun musim hujan karena pada bagian tanggul tetap kering sementara di bagian tambak jika pasokan air melimpah akan kami tebar ikan seperti biasanya,”ungkap Muzfid.
Kawasan Kecamatan Ketapang Sebagai Brebes Kedua
Sebelumnya pemerintah Lampung Selatan memiliki cita-cita untuk menjadikan kawasan Kecamatan Ketapang sebagai Brebes kedua. Brebes yang dikenal sebagai penghasil bawang merah juga akan dilakukan di Kecamatan Ketapang sebagai tempat percontohan pengembangan tanaman bawang merah.
Potensi pertanian bawang merah mulai dilakukan sejak tahun 2012 lalu di Kecamatan Ketapang dengan menanam bawang merah dilahan percontohan seluas 1 hektar, membuat sebagian petani tertarik untuk menanam bawang merah saat musim kemarau seperti saat ini.
Sebagian lahan sawah yang biasanya ditanami padi oleh petani sementara diubah menjadi tanaman lantaran kekeringan. Setidaknya Ada 30 hektar sawah yang tadinya dibiarkan terbengkalai, kini ditanami bawang merah, Dan tanaman palawija lainnya, seperti cabai merah, Dan cabai rawit. bawang merah
Salah satu kelompok tani Sekar Maju di Ketapang bahkan melakukan studi banding di daerah Brebes

untuk melihat potensi tanaman bawang merah yang selama ini banyak dipasok dari wilayah Brebes.

“Kami melakukan studi banding untuk mengetahui tata cara penanaman bawang yang ada di Brebes dan ternyata potensi tersebut juga ada di wilayah Kecamatan Ketapang untuk budidaya tanaman bawang merah,”ungkap Suroso, salah satu anggota kelompok.
Budidaya bawang merah yang dilakukan selama musim gadu tersebut terbukti telah memberi nilai positif bagi petani yang selama ini hanya tergantung pada jagung. Masa panen yang lebih cepat dibandingkan tanaman jagung dan harga yang sedang bagus dipilih petani karena lebih memberi keuntungan secara finansial. Memasuki masa rendengan atau musim hujan direncanakan petani akan menanam padi dan saat musim gadu kembali menanam bawang merah.
Lihat juga...