SMPN 17 Kendari, Sekolah Pinggiran Kota Sarat Prestasi


KENDARI— Pohon rimbun dan aneka bunga yang tumbuh subur di areal seluas 11.756 meter persegi hampir saja menutupi seluruh bangunan gedung SMP Negeri 17 Kendari.
Bila dilihat dari jalan poros Mekar Jaya I, tidak tampak ada aktivitas guru sebanyak 50 orang mengajar siswanya sebanyak 691 orang. Justru yang nampak dari kejauhan, dahan kayu meliuk-liuk.
Itulah sekilas gambaran keberadaan sekolah yang telah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat nasional tahun 2012, yang terletak di salah satu gang sempit di Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia.
Meskipun sekolah ini belum dijangkau angkutan umum, jauh dari hiruk pikuk keramaian, seperti sekolah lainnya yang ada di Kota Kendari. Namun dari sisi prestasi tingkat regional, nasional dan internasional, SMP Negeri 17 Kendari sudah tidak perlu diragukan.
Kepala Sekolah SMP Negeri 17 Kendari, Milwan,S.Pd, M.Pd kepada Cendana News, menjelaskan sejak tahun 2004 sekolah dibuka, sudah banyak prestasi yang berhasil diraih.
Milwan yang juga menjabat Ketua Forum Ilmiah Guru Berprestasi Kota Kendari, merinci prestasi yang pernah diraih SMP Negeri 17 Kendari di tingkat regional Sultra. Seperti penghargaan sekolah ramah anak tingkat kota Kendari tahun 2012. 
Juara satu penilaian kinerja sekolah tahun 2012, juara 2 Olimpiade Sains Bidang IPA tahun 2006, juara umum festival seni religius tahun 2013, lomba kaligrafi putra 2014. “Banyak sekali prestasi yang sudah kami peroleh ditingkat kota, baik itu prestasi guru maupun siswa,” kata ketua Asosiasi Adiwiyata Sekolah Kota Kendari ini.
Ditingkat provinsi, SMP Negeri 17 Kendari pernah meraih juara satu lomba musikalisasi puisi, juara satu lomba parodi, juara dua lomba stand kreatif. Semuanya diraih pada tahun 2010. Kemudian pada tahun 2011, juara satu lomba komik strip tingkat provinsi, juara satu lomba cerdas cermat keterampilan dan seni Pendidikan Agama Islam pada tahu 2012. 
Tahun 2013, sekolah ini juga berhasil meraih predikat juara satu festival seni religius. Lalu juara satu lomba Khutbah tahun 2014.
“Kami memberi ruang kepada siswa untuk mengembangkan bakat olah raga dan seninya. Kita kasih pembinaan sehingga ketika ada perlombaan, sekolah mengutusnya. Alhamdulillah, setiap SMP Negeri 17 ikut, pasti dapat juara,” jelas Milwan yang pernah meraih juara satu tingkat nasional dalam lomba karya tulis manajemen sekolah pada tahun 2012.
Dibidang olah raga, pernah meraih juara satu cabang menembak pada tahun 2011 dan 2013 tingkat nasional. Juara satu lomba renang tahun 2014 juga tingkat nasional.
Prestasi tingkat nasional lainnya yang pernah diraih sekolah dengan akreditasi A ini adalah, juara dua kepala sekolah berprestasi  tingkat nasional tahun 2011.
Juara harapan tiga tahun 2009, sebagai kepala sekolah berwawasan lingkungan tingkat nasional.
Tidak hanya siswa yang berprestasi, menurut alumni Universitas Halu Oleo (UHO) ini, para guru-guru juga banyak ikut dalam lomba karya tulis tingkat nasional. Bahkan pernah SMP Negeri 17 Kendari mengirim sekaligus 9 orang guru mengikuti lomba karya tulis ilmiah. 
“Sampai di kementerian kaget, kok bisa satu sekolah menyertakan banyak guru. Dan ini mendapat apresiasi khusus dari Kementerian Pendidikan,”  jelasnya.
Strategi SMP Negeri 17 Kendari dalam mengikuti ajang lomba karya tulis ilmiah, baik ditingkat provinsi maupun nasional, semua guru diberi kesempatan membuat karya tulis.
Sebelum dikirim, karya tulis tersebut harus dipresentasikan di hadapan para guru. “Jadi diuji dulu karya tulisnya, kalau masih ada kelemahan, maka harus segera dibenahi. Setelah dinilai sudah memenuhi persyaratan, barulah dikirim. Prinsipnya kita uji dulu karya tulis ilmiah, setelah matang baru dkirim,” kata Milwan yang sudah menjabat Kepala SMP Negeri 17 Kendari selama 11 tahun.
Telah banyak prestasi yang diciptakan selama di SMP Negeri 17  Kendari, Milwan kemudian mendapat kesempatan studi banding ke Negara Belanda dan Spanyol pada tahun 2011.
“Saya sempat ke stadion Berna Beu markas Club Real Madrid, dan stadion Camp Nou markas Barcelona FC di Spanyol. Ini moment yang tidak bisa saya lupakan, ”  kata pria kelahiran Bokori, Sultra ini.
Selain ke negara Spanyol, Milwan juga berkeliling ke Negara Belanda menyaksikan kincir angin. “Di negeri kincir angin, suhu udaranya sampai 1 derajat.Terasa sangat dingin sekali,”  kenangnya.
Sepulang dari berkeliling di Spanyol dan Belanda, Milwan melihat bagaimana penataan lingkungan hidup dalam sebuah kota yang begitu terlihat rapi dan indah. “Waktu saya masuk stadion Real Madrid, saya hampir mau cabut rumput lapangan lantaran hamparan hijau yang terlihat. Untung ada teman yang tegur,” kisah Milwan.
Inilah kemudian yang menjadi inspirasi bahwa areal SMP Negeri 17 Kendari dapat dihijaukan, dengan menanam beraneka macam pohon dan bunga. Dan hasilnya, setahun kemudian SMP ini berhasil meraih penghargaan sekolah Adiwiyata Nasional tahun 2012.
Senin, 14 Desember 2015/Jurnalis: Rustam/Editor: Gani Khair/Foto: Rustam
Lihat juga...