Tahanan Polsek Pamulang Tetap Bisa Menggunakan Hak Pilihnya


DKI. JAKARTA—Kamis (9/12/2015) hampir sebagian daerah di Indonesia mulai dari tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota menggelar pelaksanaan Pemilihan Langsung Kepala Daerah (Pilkada) serentak, termasuk pelaksanaan pemilihan langsung Walikota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.
Pelaksanaan Pilkada Kota Tangerang Selatan kali ini diikuti sebanyak 3 pasangan kontestan, masing – masing  pasangan nomor urut 1, Ikhsan Modjo – Li Claudia Chandra, pasangan nomor urut 2, Arsid – Elvier Ariadannie Soedarto Putri dan pasangan nomor urut 3, Airin Rachmi Dianny – Benyamin Davnie.
Sebagaimana diketahui, pasangan nomor urut 3 yaitu Airin Rachmi Dianny – Benyamin Davnie merupakan mantan Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan periode sebelumnya (incumbent). Mereka rupannya masih kompak dan memutuskan berpasangan kembali untuk maju dalam pertarungan Pilkada Walikota Tangerang Selatan periode lima tahun kedepan.
Diperkirakan sekitar 900.000 warga kota Tangerang Selatan akan menggunakan hak pilihnya dalam menentukan siapa pemimpinnya selama lima tahun mendatang. Selain diikuti warga masyarakat umum, kota Tangerang Selatan, para tahanan, orang yang sedang sakit, lansia, penyandang difabel dan para narapidana diberikan kesempatan menggunakan hak pilih nya.
Berdasarkan pantauan Cendana News, sesaat setelah tiba di kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Pamulang, Kota Tangerang Selatan siang tadi, terlihat beberapa petugas dari PPS dengan membawa satu kotak suara tampak mendatangi ruang tahanan dengan pengawalan petugas kepolisian.
Setelah sebelumnya berkoordinasi dengan pihak kepolisian, beberapa tahanan untuk sementara waktu diberikan ” kelonggaran ” dikeluarkan dari sel tahanan agar bisa menggunakan hak pilihnya untuk mencoblos salah satu kandidat pasangan calon Walikota Tangerang Selatan.
” Pertugas PPS sebelumnya telah berkoordinasi dengan pihak Polsek Pamulang, nanti siang akan mendatangi ruang tahanan dengan membawa satu kotak suara, karena bagaimanapaun tahanan yang berumur diatas 17 tahun tetap mempunyai hak pilih, meski sedang ditahan di balik jeruji besi ” terang Abdulah, seorang petugas PPS ketika ditemui Cendana News.

Kamis, 10 Desember 2015/Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Sari Puspita Ayu/Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...