Terakhir Peremajaan 1987, PDAM Kalianda Tak Maksimal Layani Pelanggan

JUM’AT, 18 DESEMBER 2015
Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Gani Khair/ Foto: Henk Widi


LAMPUNG—Masyarakat pengguna jasa air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Lampung Selatan berharap peremajaan instalasi pipa ke rumah pelanggan segera diremajakan. Peremajaan tersebut cukup beralasan karena kondisi sebagian besar pipa untuk mengalirkan air bersih ke rumah warga sebagian sudah berumur cukup tua.
Salah satu warga di Perumahan Bakauheni, Joni (34) mengaku kondisi sebagian meteran serta pipa yang masuk ke rumah pelanggan sudah rusak sehingga pelanggan melakukan penggantian pipa secara mandiri. Joni mengungkapkan faktor usia dari pipa milik PDAM tersebut menjadi salah satu penyebab kebocoran air yang mengalir ke rumah warga.
“Kalau mengalirnya setiap detik maka debit air yang terbuang meski hanya merembes akan tetap banyak, karenanya harus dilakukan peremajaan pipa,” ungkap Joni kepada Cendana News, Jumat (18/12/2015).
Persoalan intalasi pipa pada PDAM khususnya di PDAM Tirtajasa cabang Bakauheni dibenarkan oleh Kepala Cabang PDAM Tirtajasa Bakauheni bahwa peremajaan perlu dilakukan di titik-titik tertentu. Namun saat ini sebagian besar saluran pipa masih dalam keadaan bagus terutama untuk pipa pipa utama yang berasal dari Gunung Rajabasa.
“Kami mengambil air dari mata air Gunung Rajabasa sehingga memerlukan pipa yang cukup panjang, namun saat ini kondisinya masih sangat layak,” ungkap Siswanto.
Kerusakan yang terjadi di rumah pelanggan yang selama ini terjadi terutama pada pipa-pipa yang sudah cukup tua dan saat ini sedang dilakukan inventarisasi terhadap pipa yang rusak. Namun Siswanto mengungkapkan saat ini yang sangat penting adalah menambah sumber mata air yang ada di Gunung Rajabasa karena kapasitas penampungan di bak penampungan PDAM Bakauheni mencapai 1500 meter kubik untuk melayanai sekitar 6000 warga.
“Selain warga pengguna jasa air bersih yang kami sediakan diantaranya perusahaan-perusahaan pelayaran di Pelabuhan Bakauheni,”ungkapnya.
Saluran pipa yang saat ini dimanfaatkan PDAM Bakauheni dari Gunung Rajabasa ungkap Siswanto memiliki jaringan sepanjang 10 kilometer. Jarak tersebut merupakan jarak awal dari sumber mata air menuju penampungan awal dan jauh dari perkampungan penduduk kemudian disalurkan ke area perkampungan sejauh 2 kilometer.
Pembenahan terkait peremajaan pipa juga segera akan dilakukan oleh PDAM Kalianda yang menjadi penanggungjawab jaringan pipanisasi untuk distribusi air bersih kepada pelanggan.
Peremajaan yang cukup mendesak tersebut selain sudah tidak optimal lagi, jaringan pipa PDAM Tirta Jasa Kalianda, sudah terlalu uzur, karena terakhir dilakukan peremajaan pada tahun 1987 silam.
Kabag Admininstrasi dan Keuangan PDAM Tirta Jasa Kalianada, Khoirudin mengatakan, pihaknya memang telah mengajukan anggaran untuk perbaikan pipa di kabupaten itu. Bahkan menurut mantan kasubag Hubungan Pelanggan (Humlang) PDAM setempat ini, pengajuan untuk perbaikan pipa sudah dilakukan sejak tahun 2010 silam.
  
Dikatakannya, untuk perbaikan seluruh jaringan pipanisasi untuk distribusi air bersih kepada konsumen ini, diperlukan anggaran sekitar Rp. 70 Miliar.
”Memang besar anggarannya karena penggunaan alat alat untuk pipanisasi tersebut harus dipilih yang kualitasnya bagus makanya belum bisa kita realisasikan,” katanya.
Saat ini lanjut Khoirudin, jaringan pipanisasi PDAM hanya mampu mengairi air ke konsumen sebanyak 30 liter per detik dari yang semestinya 60 liter perdetik.
“Apalagi saat ini pelanggan kita sekarang berjumlah sekitar 6.500 konsumen. Jadi jaringan pipanisasi semestinya memang harus lebih maksimal lagi,”ungkapnya.
Salah satu pelanggan di perumahan Ragom Mufakat, Ahmad, mengungkapkan menyambut positif langkah PDAM yang akan melakukan perbaikan pada saluran pipa PDAM tersebut. Ia berharap dengan pelayanan yang baik maka kebutuhan akan air bersih bagi warga bisa terpenuhi terutama pada musim kemarau.
Lihat juga...