Titiek Soeharto Apresiasi Pembangunan TTP Nglanggeran Gunung Kidul

Sabtu, 19 Desember 2015 / Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair


YOGYAKARTA — Komisi IV DPR RI kembali meninjau proses pembangunan Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran di Pathuk, Gunung Kidul, DI. Yogyakarta, Sabtu (19/12/2015). Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Titiek Soeharto, yang memimpin rombongan tersebut mengapresiasi pembangunan TTP itu karena menurutnya terhitung cepat dan sesuai target.

TTP Nglanggeran merupakan salah satu dari 6 TTP yang akan dibangun di Indonesia. Diluar dugaan, kawasan obyek wisata Nglanggeran yang diusulkan terakhir justru lebih dahulu selesai pbangunannya dibanding TTP di daerah lainnya. TTP Nglanggeran merupakan upaya serius pemerintah dalam memajukan pertanian berbasis teknologi, dan pembangunannya di Nglanggeran merupakan dorongan dan upaya keras dari Titiek Soeharto sebagai Komisi VI DPR RI.
Demikian dikatakan Kepala Balitbangtan, Dr. Mohammad Syakir, dalam sambutannya di acara kunjungan kerja di masa reses Komisi VI DPR RI.  Syakir menyatakan terimakasihnya  atas upaya dan dorongan Titiek Soeharto, sehingga salah satu dari 6 TTP yang direncanakan dibangun di berbagai daerah, salah satunya bisa dibangun di Nglanggeran. Saat ini, 
Pembangunan TTP Nglanggeran sudah hampir selesai dan ditargetkan pada 22 Desember mendatang sudah 100 persen. Adapun peletakan batu pertama pembangunan TTP Nglanggeran dilakukan oleh Titiek Soeharto pada 13 September 2015. 
Titiek mengatakan, TTP ini merupakan kawasan yang berfungsi sebagai wahana penerapan berbagai teknologi pertanian dan perikanan, juga pelatihan dan transfer teknologi pertanian kepada masyarakat. 


Karena itu, keberhasilan TTP juga bergantung keterlibatan dan komiten pemerintah daerah dan provinsi dalam menggali sumber-sumber ekonomi dan mendistribusikan sumber-sumber daya tersebut. Titiek mengharapkan, agar TTP juga bisa semakin mendukung wisata Nglanggeran dan mampu mengangkat martabat hidup para petani. 
Turut serta dalam peninjauan pembangunan TTP tersebut, dua Anggota Komisi VI DPRI, Ichan Fidaus dari Fraksi Partai Golkar, H. Rofi’ Munawar dari Frakai PKS. Kunjungan Komisi IV dalam masa reses tersebut, juga didampingi oleh Kepala BPTP DIY, Dr Sudarmaji, Kapuslitbang Horti Balitbang Kementerian Pertanian, Dr. Mohammad Prama Yufdy, M.Sc, dan Dr. Arlyna Budi Pustika, MP, Kasi Kerjasama Pengkajian dan Pelayanan (KSPP) BPPT DIY. Kehadiran rombongan disambut Pj Sekda Gunungkidul, Supartono, mewakili Pj Bupati Gunungkidul yang berhalangan hadir. 
Dalam sambutan Pj Bupati Gunungkidul yang dibacakan Supartono, disebutkan, bahwa saat ini jumlah penduduk kurang lebih ada 780.000 jiwa, yang sebagian  besar merupakan petani. Sementara itu, sebagian besar kawasan Gunungkidul merupakan perbukitan kapur dan minim sumber air permukaan sehingga hanya mengandalkan sawah tadah hujan. Namun demikian, dengan beragamnya tumbuhan di Gunungkidul dan potensinya, pertanian di Gunungkidul sekiranya bisa lebih dikembangkan. Berbagai fasilitas bantuan pemerintah, akan mendorong semakin berkembangnya pertanian di Gunungkidul.  
Senada dengan itu, Mohammad Syakir mengatakan, jika pihaknya akan mengawal perkembangan TTP Nglanggeran selama 3 tahun, untuk kemudian diharapkan masyarakat bisa mengembangkannya. TTP Nglanggeran, katanya, saat ini fokus mengembangkan perkebunan kakao berbasis teknologi. Produktifitas melalui teknologi penting silakukan, seiring semakin terbatasnya lahan. Maka dengan adanya TTP ini diharapkan petani bisa meningkat berkat teknologi pertanian. Karenanya, setiap hasil riset dan teknologi harus bisa diaplikasikan oleh masyarakat. 
“Di tengah keterbatasan, lahan, para petani harus multikultur, salah satunya dengan teknologi  integrasi kakao dan kambing”, jelasnya.
Dalam kunjungan itu, juga dilakukan penyaluran bantuan traktor dan Kambing PE. Titiek berpesan kepada masyarakat, agar berbagai bantuan pemerintah itu bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya. 
Sumber foto: Koko Triarko
Lihat juga...