Titiek Soeharto : Ibu Harus Terus Berjuang untuk Anak dan Mendidik Kedisiplinan Sejak Dini

SELASA, 22 DESEMBER 2015
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA—Memperingati Hari Kesetiakawanan Nasional dan Hari Ibu, Selasa (22/12/2015), Yayasan Gotong Royong dan Damandiri bekerjasama dengan Pemkot DI. Yogyakarta menyelenggarakan Gebyar Posdaya di Gedung Basyio Komplek XT Square, Umbulharjo, Yogyakarta. Dalam acara tersebut digelar simulasi penanggulangan bencana alam.
Penyerahan secara simbolis, 200 relawan Yayasan Gotong Royong ke BPBD DI. Yogyakarta
Gelar simulasi penanggulangan bencana oleh sekitar 400 relawan Posdaya dari 3 kabupaten dan 1 kota di DI Yogyakarta menjadi acara pembuka peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional dan Hari Ibu, yang dihadiri oleh Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto yang juga mewakili Yayasan Gotong-royong, Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyudi, Ketua Yayasan Damandiri, Prof Haryono Suyono, Ketua Tim Reaksi Cepat BPBD DIY, Enaryoko, dan jajaran SKPD, muspika dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam acara itu, Titiek mengapresiasi kecakapan para relawan yang selama ini dididik oleh Yayasan Goyong Royong, melalui Posdaya di masing-masing kabupaten dan kota. Dalam sambutannya, Titiek mengatakan, selama ini Yayasan Gotong Royong telah menyalurkan dana Rp 55 Milyar untuk penanggulangan bencana yang terjadi selama ini di berbagai daerah di Indonesia. Kecuali itu, Yayasan Gotong Royong juga mengadakan pelatihan kepada ratusan relawan bencana, untuk kemudian diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. Menjadi relawan, kata Titiek, merupakan salah satu cara untuk mengabdi kepada negara.
Titiek Soeharto menyaksikan simulasi penanggulangan bencana alam
Mewakili Plh BPBD DIY, Gusti Yudhaningrat, Ketua Tim Reaksi Cepat BPBD DIY, Enaryoko, menyatakan, terimakasih atas diserahkannya 200 relawan hasil didikan Yayasan Gotong-royong tersebut. Diharapkan, para relawan selalu siap membantu korban bencana. Di Yogyakarta, katanya, ada 12 potensi bencana dari 14 potensi bencana di Indonesia. Krena itu, keberadaan relaean bencana menjadi sangat penting. Sesuai amanah UU No.28/2007, bencana alam adalah masalah yang harus ditangani bersama”. ujarnya.
Sementara itu, Haryadi Suyuti berpesan, relawan harus bekerja dengaan iklas. Bencana harus diantisipasi dengan kesiap siagaan yang tinggi dan terlatih. Karena itu, relawan harus terus berlatih untuk menjaga kesiapsiagaan.
Berkait peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional dan Hari Ibu, Haryadi meminta agar semangat perjuangan para ibu saat ini adalah mendidik anak-anak sebagai generasi penerus. Senada dengan itu, pun Titiek mengatakan, agar para ibu terus berjuang mengisi kemerdekaan dengan mengawasi pendidikan anak-anaknya, dan mendidik kedisiplinan sejak dini.
Lihat juga...