Titiek Soeharto Pastikan Program Mina Padi Akan Berlanjut

SABTU, 19 DESEMBER 2015
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko

Titiek Soeharto foto bersama penyuluh
YOGYAKARTA—Dalam masa resesnya hari ini, Sabtu (19/12/2015), Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto berserta rombongan juga menyempatkan diri meninjau kawasan mina padi di Dusun Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan, Sleman, DI. Yogyakarta. 
Mina padi di kawasan dusun itu merupakan program percontohan mina padi se-Asia Pasifik yang sebagian besar anggarannya disuplai oleh FAO. 

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO (Food and Agriculture Organization) memilih Indonesia sebagai tempat dilaksanakannya program percontohan pertanian dan perikanan terintegrasi atau yang lebih populer disebut mina padi. 

Program percontohan mina padi se-Asia Pasifik itu berada di dua kota kabupaten, yaitu Kabupaten Limapuluh Kota di Sumatera Barat dan di Kabupaten Sleman, DI. Yogyakarta. Masing-masing daerah itu menyediakan lahan seluas 25 Hektar.
Titiek Soeharto dalam penjelasannya kepada kelompok tani pelaksana program tersebut mengatakan, sudah semestinya semua pihak bangga dengan dipilihnya Indonesia sebagai kawasan percontohan mina padi se-Asia Pasifik. Pasalnya, kata Titiek, FAO tentu tidak asal pilih menentukan lokasi untuk program tersebut. Pasti ada riset, dan lagi melihat hasilnya saat ini ternyata bisa menambah pendapatan para petani secara signifikan. Karena itu, kata Titiek, pihaknya melalui Komisi IV DPR RI akan berupaya agar program tersebut bisa terus berjalan dan dikembangkan.
Kedatangan Titiek bersama rombongan Komisi IV DPR RI, disambut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemda DIY, Dr. Andung Prihadi, MKes, Kabid Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono, Kepala Pusat Penyuluh KKP, Endang Suhaidi, muspika dn sejumlah tamu undangan serta puluhan petani mina padi.
Dalam sambutannya, Andung Prihadi memaparkan potensi pertanian dan perikanan di Yogyakarta yang sangat besar. Namun, dalam upaya budi daya, semakin menyempitnya lahan pertanian saat ini menjadi salah satu kendala besar. 
Karena itu, Andung berharap, agar sekiranya Titiek Soeharto juga mampu meminimalisir alih fungsi lahan pertanian.


Sementara itu, Suparmono memaparkan potensi dan peningkatan kesejahteraan petani yang bisa dicapai melalui mina padi sangat besar. Dijelaskannya, program percontohan mina padi mulai dilakukan  bulan September 2015, dan pada 16 Desember 2015 sudah mulai panen dan akan terus panen sampai nanti bulan Januari 2016. Mina padi di Kabupaten Sleman ini, katanya, dikembangkan oleh lebih dari 350 petani, di dua desa. Yaitu di desa Margodadi dengan luas lahan 7 Hektar dan di desa Margoluwih seluas 18 Hektar.
Adapun target panennya, kata Suparmono, untuk 1 Hektar lahan bisa menghasilkan tingkat produktifitas gabah kering sebanyak 8,8 Ton. Jumlah tersebut di atas rata-rata panen di wilayah itu yang hanya 6, 5 Ton perhektar. Sedangkan untuk panen ikannya, ditargetkan sebanyak 2 Ton perhektarnya. Dan, dari hasil panen yang sudah dilakukan ternyata justru lebih, yaitu mencapai 2,5 Ton. Karena itu, Suparmono memastikan, jika program mina padi itu akan terus berlanjut. 
Lihat juga...