TPS Unik Hiasi Pemilukada Serentak di Beberapa Daerah

TPS unik ala koboi
DAERAH — Dalam menarik masyarakat untuk menggunakan hak suaranya, berbagai hal unik dilakukan oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), mulai dari bentuk tempat pemungutan suara (TPS) yang dihias, hingga busana yang digunakan yang lain dari biasanya. Seperti yang terpantau oleh Cendana News di beberapa daerah.
Seperti halnya di Sleman, Yogyakarta, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di dusun Dungan, Huntap Dongkelsari, Wukirsari, Cangkringan mengenakan busana Jawa jangkep atau lengkap. Penggunaan busana Jawa juga sebagai upaya menarik perhatian agar angka golput bisa ditekan.
Totok Hartanto
Kepala Dukuh Dungan di Hunian Tetap (Huntap) Dongkelsari, Totok Hartanto mengatakan, dikenakannya busana jawa lengkap oleh para petugas PPS di TPS 17 dusun Dungan ini juga untuk melestarikan adat iatiadat. Dengan berbusana adat jawa, sikap santun bisa lebih terkondisi.
Menurut Totok, dalam Pilkada tahun ini potensi golput di daerahnya diduga cukup tinggi. Hal ini karena sosialisasi pilkada dirasa sangat kurang, baik dari KPUD setempat maupun dari para paslon. Selama ini, sosialisasi hanya dilakukan oleh perangkat desa dan dusun setempat melalui kegiatan perkumpulan warga. Sementara itu, dari jumlah 385 pemilih tetap dengan jumlah KK 147 orang di dusunnya, sebagian besar merupakan pemilih pemula.
Sementara itu, Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 11 RT 02/RW 07 Kelurahan Gunungsari Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya, membuat TPS nya unik dengan mengambil tema ‘koboi’. Hal ini dilakukan demi menjaring minat pemilih.
Demi menciptakan suasana ‘koboi’, terdapat motor Honda 70 dan 1 motor klasik jenis Moge yang diletakkan di bilik suara. Selain itu, warga juga menyumbangkan berbagai keperluan TPS seperti electone, motor classic dan moge.
Anggota KPPS, Agus Haryoko menjelaskan ide TPS unik bertemakan koboi berasal dari hasil diskusi para pengurus kampung dan terbersitlah ide ‘koboi’. Ada 655 pemilih yang terdaftar, dan ditargetkan 80-90 persen warga terjaring dalam pemilih.
“Tahun lalu TPS kami mengusung tema kesenian berupa jaranan. TPS unik juga berhasil menarik minat masyarakat untuk datang mencoblos,” pungkasnya, Rabu (9/12/2015).
TPS unik dengan busana Jawa lengkap
RABU, 09 Desember / Jurnalis : Charolin Pebrianti – Koko Triarko / Foto: Charolin Pebrianti – Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo 
Lihat juga...