Tradisi Saling Mengunjungi Saat Idhul Fitri dan Natal Terjaga Baik di Kampung Ini

SABTU, 26 DESEMBER 2015
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Henk Widi

LAMPUNG—Perayaan Hari Raya Natal bagi umat Kristiani di Lampung dirayakan oleh umat Kristiani di sejumlah gereja. Seusai mengikuti ibadah Hari Raya Natal di sejumlah Gereja,umat Kristiani melakukan tradisi kunjungan yang dilakukan oleh seluruh umat Kristiani yang tinggal di sejumlah wilayah. 


Salah satu tradisi kunjungan yang masih dipertahankan oleh masyarakat di Lampung diantaranya di wilayah Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan. Seusai melakukan ibadah Natal di gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus umat melakukan kunjungan ke sejumlah rumah warga Kristiani untuk merayakan Natal.
Menurut salah satu tokoh masyarakat di Dusun Sumbersari, Nasrulloh yang merupakan seorang haji, tradisi kunjungan sesama umat Kristiani bahkan muslim di wilayah tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Setelah umat Kristiani merayakan Natal di gereja, sebagian besar umat Kristiani membuka rumahnya lebar-lebar dan memberi kesempatan tetangga untuk melakukan kunjungan.

“Tradisi ini terjadi sebaliknya saat umat Muslim merayakan lebaran Idul Fitri tetap saling mengunjungi bahkan sejak pagi hingga malam kami saling mengunjungi secara berkeliling dari rumah ke rumah,”ujar Nasrulloh kepada media Cendananews.com Sabtu (26/12/2015).
Ia mengungkapkan meski ada perbedaan namun warga lebih mengutamakan silaturahmi antar tetangga yang berbeda keyakinan. Selain itu kebersamaan tersebut terlihat saat setiap rumah ramai dikunjungi secara bergantian oleh umat beragama lain. Tradisi kunjungan dilakukan hari pertama di lingkungan gereja terutama setelah misa perayaan Natal pada 25 Desember. Pada hari berikutnya kunjungan di lakukan di wilayah lain.
“Kami melakukan kunjungan secara bergilir sehingga dipastikan kami akan berada di rumah saat hari pertama dan hari kedua melakukan kunjungan ke daerah lain,”ungkap Karyono, salah satu warga pemeluk Katolik.

Ia mengungkapkan, wilayah Stasi Pasuruan yang terdiri dari beberapa kring atau wilayah kecil meliputi Kring Klaten, Kring Pasuruan, Kring Sumbersari mempersiapkan diri untuk dikunjungi. Kunjungan tak hanya dilakukan oleh umat Kristiani bahkan Karyono mengaku hingga malam hari saudara saudara, tetangga yang beragam muslim melakukan kunjungan.
“Sudah merupakan tradisi bagi kami saling membuka diri untuk dikunjungi dan mengunjungi, kami sangat bahagia kerukunan di wilayah ini masih terjaga,”ungkap Karyono.

Sang isteri, menurut Karyono telah menyiapkan hidangan yang bisa disantap oleh tetangganya yang muslim dan kristiani, diantaranya mpek-mpek ikan, ikan bakar, tekwan, bakso ikan, sup ayam buah buahan, serta makanan lain yang menjadi hidangan selain kue kue kering serta minuman yang terhidang.
Karyono mengaku kebersamaan dan toleransi dalam merayakan Natal maupun perayaan hari besar agama lain seperti Idul Fitri sudah dijaga selama bertahun tahun. Selain soal perayaan hari keagamaan dalam hal pembangunan tempat ibadah di wilayah tersebut umat muslim bahkan dengan senang hati ikut membantu bergotong royong dalam pembangunan gereja serta memberi izin pembangunan rumah ibadah.
Ia mengakui perbedaan keyakinan merupakan hak masing masing individu namun di desa , kebersamaan dalam hidup bermasyarakat lebih diutamakan terutama untuk saling menjaga kerukunan sebagai tetangga.
Lihat juga...