Tradisi Ziarah Makam dan Doa Keselamatan Bagi Pengantin

Mangku makam bawaq gereng (bawah bambu), Mustadi saat membukan makam ulama yang dikeramatkan di Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah
LOMBOK — Pada sebagian masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, terutama masyarakat Kabupaten Lombok Tengah bagian selatan, setiap pasangan pengantin sebelum acara pesta atau syukuran digelar, akan diajak pergi ziarah makam ulama besar dan mendapatkan doa keselamatan dari mangku (penjaga makam) dan kyai desa setempat.
Pada prosesi acara ziarah makam juga disertai dengan membawa berbagai jenis jajanan tradisional khas Lombok lengkap, mulai dari angin – angin, renggi yang terbuat dari beras ketan, cerorot, abuk, ketupat, pisang dan beberapa jenis jajanan lain untuk dimakan kyai dan warga yang ikut ziarah makam.
“Ziarah makam bagi pasangan pengantin ke makam kyai atau ulama besar dilakukan untuk dimintakan doa keselamatan dan menjadi pasangan suami istri yang langgeng sampai tua,” kata mangku makam bawaq gereng (bawah bambu), Mustadi di Desa Banyu Urip, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (2/12/2015).
Ditambahkannya, acara ziarah makam biasa dilakukan setiap pasangan pengantin yang menikah di Desa Banyu urip, dan itu rutin dilakukan secara turun temurun sejak dulu.
Sebagian warga meyakini, bagi yang tidak melakukan ziarah makam, biasanya akan terjadi musibah, dimana pengantin perempuan atau laki-laki bisa pingsan secara tiba-tiba atau sakit keras secara mendadak dan berbagai bentuk musibah lain, itulah sebabnya ziarah makam bagi pasangan pengantin yang sudah menikah pasti dilakukan.
Nurhasanah, warga yang ikut membantu memikul sesajen berupa berbagai jenis jajanan mengatakan, setiap pasangan pengantin di areal pemakaman, selain didoakan juga melakukan prosesi cuci muka di atas batu nisan ulama atau wali sebanyak tiga kali.
“Usai zikir dan berdoa, Pasangan pengantin membasuh muka sebanyak tiga kali di atas batu nisan ulama yang dikeramatkan, berharap dijadikan pasangan suami istri yang langgeng,” katanya.
JURNALIS : TURMUZI

Jurnalis Cendana News wilayah NTB. Bergabung dengan Cendana News sejak awal tahun 2015. Sebelum bergabung dengan Cendana News, jurnalis dan fotografer lepas untuk beberapa media online dan cetak.

Akun twitter : @muzitur00
Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi
Lihat juga...