UMY Sebut Sosialisasi Pilkada di DIY Masih Minim

Pemaparan hasil survey persepsi masyarakat DIY terhadap Pilkada 2015 di Kampus UMY
YOGYAKARTA — Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mencatat masih banyak warga di tiga kabupaten di Yogyakarta tidak mengetahui secara pasti tanggal pelaksanaan Pilkada, visi misi dan bahkan masih banyak yang tidak mengetahui paslon Bupati dan Wakil Bupati yang akan dipilihnya.
Erni Zuhriyati, SS, S.IP, MA, Kepala Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMY yang juga merupakan dosen prodi Ilmu Pemerintahan menyatakan, berdasar hasil survey terhadap persepsi masyarakat terhadap kriteria ideal calon kepala daerah pada Pemilu Kada Langsung di DIY 2015, diketahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap adanya agenda besar pemilu kada masih rendah.
Dari 400 responden terdiri dari 133 responden di kabupaten Bantul, 149 responden di Sleman dan 118 responden di Gunungkidul, hanya 87 persen saja yang mengetahui tentang adanya pemilukada. Idealnya, kata Erni, tingkat pengetahuan masyarakat seharusnya mencapai 99,99 persen atau 100 persen.
Sementara itu, dari sebanyak 87 persen yang mengetahui tentang pilkada itu, hanya 34 persennya yang bisa menjawab pasti tanggal pelaksanaan pilkada serentak, yang akan diadakan pada 9 Desember 2015. Survey juga mendapati hanya 65 persen saja dari 400 responden yang mengerahui paslon yang akan dipilihnya, sedangkan yang tahu mengenai visi misi para paslon hanya 38 persen.
Erni mengatakan, berdasarkan survey itu pihaknya menyimpulkan sosialisasi mengenai Pilkada Serentak 2015 di tiga kabupaten di DIY masih sangat minim. Sejumlah responden yang dijadikan sampling mengaku mengetahui informasi tentang pilkada secara umum dari baliho, spanduk, pamflet sebanyak 38 persen, dari kampanye 21 persen dan dari media massa cetak sebanyak 15 persen.
Survey yang menurut Erni dilakukan dengan metode perhitungan solvin juga mendapati visi misi dari semua paslon yang paling diharapkan oleh masyarakat untuk dijadikan agenda prioritas adalah pengentasan kemiskinan sebanyak 29 persen, pendidikan sebanyak 21 persen, dan kebudayaan sebanyak 19 persen. Sedangkan dasar responden untuk menentukan pilihannya adalah kapabilitas kepemimpinan sebanyak 73 persen, berdasarkan suku sebanyak 1 persen dan berdasarkan penampilan fisik 0 persen alias nihil. 
Sementara itu berkait latar belakang paslon yang ideal menurut responden adalah pengusaha sebanyak 19,7 persen, TNI/POLRI sebanyak 18, 5 persen, PNS 17 persen, kalangan profesional lainnya sebanyak 18, 2 persen, akademisi sebanyak 13,5 persen, dan petani, peternak, nelayan sebanyak 9 persen.
Berdasar survey yang dilakukannya, Erni menyarankan agar dilakukan optimalisasi sosialisasi yang bisa memudahkan masyarakat memperoleh informasi dengan baik terkait Pilkada 2015 di Yogyakarta, dan mengharapkan agar siapa pun yang terpilih nanti bisa mewujudkan harapan masyarakat, yaitu pengentasan kemiskinan, pendidikan dan kebudayaan. 
Jumat, 04 Desember / Editor : ME. Bijo Dirajo / Jurnalis : Koko Triarko / Foto: Koko Triarko
Lihat juga...