Uni Neli Terharu Ketika Anaknya Mengucapkan Selamat Hari Ibu

SELASA, 22 DESEMBER 2015
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Sari Puspita Ayu / Foto: Henk Widi

LAMPUNG—Badannya gemuk tetapi Uni Neli (58)  sangat cekatan melayani pembeli yang hendak menikmati lontong sayur buatannya. Ibu dengan enam orang anak ini memilih tempat untuk menjajakan lontong sayurnya di Pasar Inpres Kalianda, Lampung Selatan. Ia mengaku sudah puluhan tahun berjualan lontong sayur. 

Uni Neli
Merasa tak cukup berjualan di satu tempat, Uni Neli, demikian ia biasa dipanggil, juga menjajakan lontong sayurnya di area depan Gedung Olahraga Mustafa Kemal Pasha Kalianda. Dengan enam orang anak yang ia harapkan bisa menyelesaikan pendidikan hingga jenjang tertinggi, Uni pun merasa butuh kerja keras lebih agar memiliki penghasilan lebih pula. 
”Kalau pagi saya jualan di pasar Kalianda sampai menjelang tengah hari kemudian pindah di depan gedung olahraga Kalianda karena sekarang area ini mulai ramai,”ungkap Neli saat ditemui media Cendana News, Selasa (22/12/2015).
Ketika ditanya tentang suami, Uni menjelaskan bahwa suaminya juga pedagang, tetapi suaminya yang berusia 61 tahun memilih berjualan martabak di lokasi yang sama yaitu Pasar Inpres Kalianda. Muslim, demikian nama suami Uni, kadangkala juga menjual sate padang.
Dengan kerja kerasnya, Uni mengaku sudah mampu mengentaskan anak-anaknya hingga lulus kuliah, bahkan empat dari mereka kini sudah memiliki pekerjaan tetap. Neli pun berujar bangga tentang dirinya yang sudah jadi nenek dari 10 cucu. 
“Semua anak saya sudah bekerja tinggal anak bungsu yang masih sekolah ya semuanya saya biayai dari berjualan lontong sayur dan suami saya berjualan martabak,”ungkapnya.
.Tetapi Uni menekankan bahwa prosesnya tidak semudah seperti mudahnya berkisah, perjuangannya merantai ke Lampung sejak tahun 1985 penuh dengan perjuangan yang luar biasa. Awal merantau, Uni dan suami tinggal di Tanjungkarang dan memulai berdagang kopi. Berjualan kopi pun tidak di warung tetapi keliling, harus pindah dari satu tempat ke tempat lain hingga akhirnya bisa menetap di Kecamatan Kalianda tepatnya di Kedaton hingga kini. 
Ketika ditanya tentang Hari Ibu, Uni yang ramah ini menyampaikan bahwa ia tahu bahwa hari ini ada peringatan Hari Ibu, tetapi ia merasakan hari ini sama saja dengan hari-hari lainnya. Yang menjadikan hari ini istimewa karena anak-anaknya bergantian menghubunginya melalui telpon seluler guna mengucapkan selamat Hari Ibu. Hal ini dirasakan oleh Uni sebagai sesuatu yang membuatnya terharu. Sebagai ibu, ia tak pernah menuntut balas apapun dari anak-anaknya. Ia sudah mampu mengantar anak-anak ke kehidupan mereka sekarang, sudah menjadi prestasi luar biasa baginya sehingga ia merasa semua kerja kerasnya terbayar dengan kemandirian anak-anaknya dan kemampuan anak-anaknya menghidupi cucu-cucunya. Bagi Uni dan suami, anak-anaknya bisa bekerja lebih baik, tidak menjadi pedagang keliling seperti orang tuanya adalah bentuk wujud mimpinya sebagai seorang ibu.
Selamat Hari Ibu, Uni Neli!
Lihat juga...