Warga Anggap Data Gagal Panen Kabupaten Manggarai Tidak Realistis


MANGGARAI—Data gagal panen Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sudah dihimpun Pemerintah Daerah setempat diklaim warga tidak realistis. Hal tersebut disampaikan kepada Cendana News oleh sejumlah warga desa di Kecamatan Satarmese menanggapi informasi masuknya data gagal panen ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD) setempat belum lama ini.
Salah seorang warga Desa Jaong, Damianus Bahur mengatakan, data gagal panen semestinya mengakomodir semua korban. Pendataan korban gagal panen yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai belum sungguh-sungguh bermaksud menangani bencana sebab menurutnya masih banyak warga yang menjadi korban belum didata.
“Saya jadi heran kalau dibilang korban gagal panen sudah didata oleh pemerintah. Kapan ada pendataan di desa ini? Saya tidak pernah dengar ada petugas datang untuk mendata semua warga yang gagal panen. Kalau memang pernah, itu berarti pemerintah tidak sungguh-sungguh mau bantu semua korban. Barangkali untuk warga tertentu saja. Itu kalau memang pernah ada petugas datang selama ini,” ungkap Damianus, Kamis (10/12/2015).
Damianus mengklaim semua warga di desanya adalah korban gagal panen. Kekeringan yang terlampau panjang menyebabkan semua petani di desanya tidak bisa mencapai target panen seperti yang diharapkan. Dirinya sangat menyayangkan langkah penanganan bencana di daerahnya yang tidak menjangkau para warga di desanya.
“Karena sebenarnya di desa kita ini pak, semua warga itu tidak ada yang luput. Lahan yang biasa orang panen 10 karung selama ini hasilnya cuma 1 hingga 4 karung. Malah ada yang tidak dapat sama sekali. Intinya tidak ada yang luput, pak. Bagaimana dengan kami di sini. Kenapa tidak didata? Saya sendiri termasuk gagal panen, tetapi alasan apa sampai pemerintah tidak mau data? Kalau tidak ada yang didata, tidak apa-apa,” celotehnya.
Hal serupa diungkapkan pula kepada Cendana News oleh Frans Maleng, salah seorang warga di Desa Lolang. Frans mengakui, hampir semua warga di desanya adalah korban gagal panen. Dirinya mempertanyakan upaya penanganan yang dilakukan pemerintah jika ternyata hanya warga tertentu saja yang didata. “Maksudnya apa itu? Data gagal panen itu semestinya jangan hanya di tempat tertentu. Lalu kita di sini bagaimana? Karena saya tidak pernah lihat atau dengar ada petugas ke sini, pak,” ujar Frans di Poncung, Kamis (10/12/2015).
Sebelumnya Kepala BNPBD Kabupaten Manggarai, Anglus Angkat mengakui telah mendapatkan data gagal panen dari Dinas Pertanian serta Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) untuk diproses lebih lanjut. Pahaknya, kata dia, akan meneruskan data tersebut untuk dijadikan acuan membagikan fisik bantuan oleh Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi setempat. 
Jum’at, 11 Desember 2015/Jurnalis: Fonsi Econg/Editor: Sari Puspita Ayu/Foto: Fonsi Econg
Lihat juga...