Warga Kaki Gunung Rajabasa Tekuni Pembibitan Ikan Air Tawar

Budidaya Ikan Nila dan Gurame
LAMPUNG — Pasokan air tawar melimpah yang berasal dari Gunung Rajabasa menjadi peluang bagi warga. Ratusan kepala keluarga yang tinggal di kaki Gunung Rajabasa di Desa Pasuruan, Desa Kelau, Desa Banjarmasin bahkan memanfaatkan lancarnya pasokan air untuk pengairan lahan pertanian yang tak pernah kering meskipun musim kemarau. Ratusan hektar lahan pertanian sawah tersebut diantaranya dimanfaatkan untuk minapadi atau pemanfaatan budidaya ikan dengan tanaman padi. Sebagian secara intens melakukan budidaya ikan air tawar jenis gurami, ikan nila, ikan emas, ikan lele menggunakan kolam terpal dan kolam tanah.
Salah seorang dari puluhan warga Desa Pasuruan yang memanfaatkan melimpahnya ketersediaan air adalah Ahmad (34) yang mengaku membudidayakan ikan gurami dan ikan nila. Ia mengaku budidaya ikan gurami dan ikan nila yang dilakukannya merupakan penyediaan benih bagi pembudidaya ikan yang ada di wilayah lain.
Sumber air di kaki Gunung Rajabasa tersebut mengalir melalui sungai sungai kecil yang disalurkan ke puluhan kolam tanah. Selain kolam tanah, Ahmad juga mengaku menyediakan beberapa petak kolam dari semen permanen serta kolam plastik terpal. Kolam plastik terpal tersebut dibentuk menggunakan bambu dan kayu. 
Bermodalkan uang sekitar Rp3juta untuk pembuatan kolam serta biaya operasional ia mengaku dalam sebulan rata rata mendapatkan permintaan ribuan ekor yang jika dikalkulasikan mencapai Rp4juta terkadang bisa lebih. Harga benih ikan gurami pun tergantung ukuran mulai dari ukuran satu jari Rp1ribu hingga Rp5ribu.
“Tergantung permintaan, kalau sedang banyak permintaan untungnya lumayan sehingga saya siapkan beberapa petak kolam untuk menampung ikan gurami dan nila dengan umur berbeda,”ungkap Ahmad saat ditemui Cendana News, di kolam miliknya, Rabu (9/12/2015).
Budidaya ikan gurami sangat diminati dengan seiring banyaknya usaha warung, restoran, serta usaha kuliner yang menyiapkan menu gurami. Ikan dengan ciri khas tubuh besar dan daging yang lezat membuat ikan yang sangat digemari tersebut meningkat dalam segi permintaan bibit. Bisnis rumahan yang sudah ditekuni keluarganya selama sekitar 10 tahun tersebut bahkan kini harus kekurangan bibit akibat permintaan yang tinggi.
“Terkadang permintaan bibit sangat tinggi dari wilayah lain sehingga saya beri waktu agar bibit yang diminta bisa kami sediakan karena keterbatasan bibit,”ujar Ahmad.
Kolam pemijahan ikan gurami dan ikan nila yang dimiliknya disekat sekat dengan bambu dan mendapat pengairan menggunakan pipa bambu serta pipa pvc. Ahmad mengaku kesulitan dalam budidaya pembibitan ikan gurami terjadi saat permintaan cukup banyak sementara ketersediaan bibit masih minim.
Sementara itu, selain Ahmad, warga Desa Pasuruan yang menekuni usaha serupa yakni Amin, ia mengaku membudidayakan ikan air tawar jenis lele dan belut. Budidaya ikan lele dilakukannya mulai pembenihan serta pembesaran yang memiliki pangsa pasar warung makan pecel lele. Ikan lele dijualnya dengan harga Rp18ribu perkilogram sementara untuk benih djulanya dengan harga Rp1ribu perekor dalam ukuran siap dibesarkan.
“Kami memanfaatkan air dari Gunung Rajabasa yang lancar untuk budidaya kolam ikan baik pembenihan maupun pembesaran disela sela pekerjaan kami sebagai petani,”ungkap Amin.
Amin dan Ahmad mengaku, banyaknya usaha budidaya ikan air tawar tersebut diakui belum mendapat perhatian dari instansi pemerintah atau instansi terkait. Warga sebagian besar mengaku masih melakukan usaha dengan mandiri dan menggunakan modal sendiri. Meskipun kendala tetap dihadapi warga mengaku masih terus berusaha memanfaatkan potensi air yang terus tersedia meskipun musim kemarau.
Warga berharap pihak terkait bisa memberikan bantuan dalam hal permodalan baik modal finansial atau perlengkapan untuk budidaya diantaranya plastik terpal. Selain itu pemasaran yang masih dari mulut ke mulut masih mengakibatkan pemasaran hasil budidaya ikan warga belum maksimal.

RABU, 09 Desember / Jurnalis : Henk Widi / Foto: Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...