Warga Khawatir Jembatan Sidorejo di Bantul Ambles

Jembatan Sidorejo Terancam Ambles

YOGYAKARTA — Jengkel dan tidak tahu ke mana harus mengadu, warga menorehkan tulisan ‘Jembatan Bolong Bapak Presiden’ di atas aspal dekat lokasi amblesnya tanah yang menjadi pondasi jembatan desa Sidorejo, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Jembatan itu sejak mula dibangun sudah beberapa kali mengalami ambles dan diperbaiki, namun selalu berulang.
Jembatan Sidorejo menghubungkan desa Ngestiharjo dengan dua ruas jalan menuju Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Jembatan tersebut setiap hari dilalui truck muatan material bangunan dan warga desa sekitar. Sebagai akses jalan menuju kota provinsi dan kabupaten, jembatan itu cukup vital bagi warga desa sekitar.
Ny. Marmiati, warga dusun Sidorejo yang tinggal di selatan jembatan itu ditemui Selasa (1/12/2015), sore mengatakan, sudah sejak lama jembatan itu mengalami ambles berulangkali. Bahkan saat sehari sebelum jembatan itu diresmikan pada tahun 2004/2005, katanya, jembatan itu ambles dan nyaris menimbulkan korban jiwa.
 “Dari permukaan memang tidak terlihat lubang. Tapi, di bawah jembatan itu tanahnya berlubang. Karena itu, warga menutup separuh dari lebar jembatan, agar pengguna jalan tidak melewati bagian yang rawan ambles akibat tanah di bawahnya berlubang”, jelasnya.
Seiring dengan datangnya musim penghujan, lanjut Marmiyati, kondisi jembatan semakin mengkhawatirkan. Tanah di bawah jembatan diduga semakin termakan erosi. Bukan kali ini saja jembatan itu mengalami ambles. Menurutnya, jembatan itu bahkan langsung berlubang setelah selesai dibangun dan hendak diresmikan.
Marmiyati menuturkan, saat itu pernah warga melintas di jembatan pada subuh hari mendapati lubang kecil di tengah jembatan. Karena hanya tampak sebagai lubang kecil, seorang warga itu tetap melintas dengan menghindari lubang tersebut.
“Tapi, begitu melintas di sekitar lubang itu tiba-tiba ambles dan seorang warga itu langsung jatuh ke dalam lubang yang cukup dalam di bawah jembatan”. ujarnya.
Beruntung, lanjut Marmiyati, seorang warga yang tak diingatnya lagi siapa namanya itu masih bisa tertolong. Kejadian itu, menurutnya, sudah terjadi dua kali. Namun demikian, Pemkab Bantul juga sudah beberapa kali melakukan penambalan jalan di sekitar jembatan yang berlubang. Namun, selalu jembatan itu ambles di bagian bawah.
Kini,  bagian bawah Jembatan Sidorejo itu kembali ambles dan dicemaskan bisa meruntuhkan jembatan. Karena itu, warga berharap ada perhatian dari pemerintah, agar perbaikan jembatan bisa dilakukan secara optimal sehingga tidak lagi berulangkali mengalami ambles. 
“Mungkin warga juga bingung, sehingga entah siapa kemudian menulis kata-kata dengan cat putih itu”, pungkasnya. 
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Koko Triarko
Lihat juga...