Dirut KBS : Berkas Kepegawaian Hilang, Kerahasiaan Personal dari Karyawan pun Hilang

KAMIS, 31 DESEMBER 2015
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA—Kantor kesekretariatan Kebun Binatang Surabaya (KBS) Selasa (29/12/2015) pagi sekitar pukul 07.00 WIB telah dibobol pencuri. Dugaan awal pencuri mengambil dokumen penting milik KBS. Dokumen tersebut berisi hasil psikotest calon pegawai struktural KBS.


Dirut Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS), Aschta Boestani Tajudin menegaskan, memang benar dokumen hasil psikotest tersebut hilang maka tidak akan membawa dampak besar.
“Apabila ditemukan ada berkas kepegawaian yang hilang maka tidak akan berdampak besar karena proses pengambilan keputusan didasarkan pada hakikat transparansi dan akuntabilitas,” terangnya saat dikonfirmasi terkait kejadian pembobolan.
Aschta menambahkan dengan kehilangan okumen kepegawaian tersebut, maka yang akan hilang adalah kerahasian personal dari karyawan yang bersangkutan.
Disinggung terkait sejauh mana proses penyelidikan pasca pencurian dua hari lalu, Aschta menjelaskan kantor kesekretariatan sudah digunakan sejak tanggal 30 Desember 2015.
“Investigasi lokasi kejadian telah dilaksanakan pada tanggal 29 Desember, ruangan sudah dapat difungsikan mulai tanggal 30 Desember,” ujarnya.
Perempuan paruh baya ini menerangkan bahwa Tim Penyidik meminta untuk segala data hasil temuan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung diserahkan kepada pihak berwenanf dan tidak diberikan ke publik agar tidak menganggu proses penyelidikan yang tengah berlangsung.
“Mulai dari tanggal 29 Desember 2015 sore, karyawan PDTS KBS yang berada di lokasi kejadian telah dipanggil untuk memberikan informasi dan akan berlanjut hingga waktu yang belum ditentukan,” tegasnya.
Aschta menginginkan tim internal yang sedang bergerak dapat menjaga kerahasiaan dan menutup segala informasi dari media.
“Kami menghargai setiap proses dari Tim Penyidik, kami pun sangat mendukung proses penyelidikan,” pungkasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Dirut Keuangan dan SDM KBS, Fuad Hasan menjelaskan saat peristiwa pembobolan kemarin, ia kehilangan Handy Talkie (HT) atau alat komunikasi yang menggunakan frekuensi gelombang tertentu untuk bisa saling berkomunikasi. HT merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh manajemen PDTS KBS untuk berkomunikasi.
Lihat juga...