hut

Manis Pedasnya Sayur Brongkos Disukai Wisatawan

SABTU, 2 JANUARI 2016
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA — Terasa belum pernah berada di Yogyakarta, jika belum merasakan nasi sayur brongkos. Masakan khas Jawa ini sudah puluhan tahun menjadi menu favorit bagi masyarakat Jawa dari berbagai kelas. Bahkan juga bagi keluarga keraton.

Surani menyajikan brongkos 

Salah satu warung nasi brongkos ada di kawasan obyek wisata Tamansari, di kampung Taman, Patehan, Keraton, Yogyakarta, milik Ny. Rini Purwo Esti. Berada di tengah pemukiman padat penduduk, warung itu sudah berdiri sejak tahun 1970-an. Kendati telah berganti generasi, menu khas sayur brongkos tidak berubah rasa, dan menjadi salah satu tujuan wisata kuliner bagi wisatawan luar daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi. Juga turis asing yang merasa penasaran dengan menu brongkos tersebut. 
Pengelola warung brongkos di kampung Taman, Ny. Surani, ditemui Sabtu (2/1/2016) mengatakan, nasi sayur brongkos itu merupakan menu makan khas Jawa sejak ratusan tahun silam. Masakan ini sebenarnya tergolong sederhana, namun di zaman dahulu menjadi menu istimewa. Rasanya manis pedas, dan gurih khas yang dihasilkan dari minyak kelapa dan santan. Menu tersebut menjadi mahal, ketika ditambah dengan daging atau telur. Bagi masyarakat biasa di zaman dulu, nasi brongkos tanpa disertai daging.

Brongkos daging sapi
Dijelaskan Surani, bahan khas sayur brongkos adalah tahu putih dan tahu pong, kacang tolo merah atau kacang merah serta daging atau telur. Sedangkan bumbunya, semua bumbu dapur digunakan. Namun bumbu khas dari sayur brongkos ini adalah kluwak, kemiri, ketumbar, sunti atau semacam kencur, lombok, bawang putih dan merah serta santan.
Brongkos telur 
Surani mengatakan, sayur brongkos buatannya itu digemari oleh Sultan HB X. “Dulu seringkali Sultan mengutus abdi dalem untuk membeli brongkos di sini. Tapi, sekarang sudah lama jarang sekali”, ujarnya.
Nasi brongkos buatan Surani, juga menjadi klangenan atau dirindukan oleh banyak orang dari rantau. Banyak orang yang dulu pernah sekolah di Yogyakarta, ketika berlibur di Yogyakarta selalu mampir ke warung. 
“Warung ini juga menyediakan nasi rames dan soto. Tapi, seringkali wisatawan lebih memilih menu sayur brongkos”, pungkasnya.
Lihat juga...