hut

Selain Sate Bulayak, Lombok Punya Sate Tanjung yang Tak Kalah Lezat

MINGGU, 24 JANUARI 2016
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Turmuzi

LOMBOK—Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak saja terkenal akan kekayaan budaya dan keindahan wisata pantai dan alam pegunungan seperti Taman Nasional Gunung Rinjani, Gunung Tambora, air terjun, Gili, tapi juga kaya akan aneka masakan kuliner.


Sate Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU) misalkan, merupakan salah satu kuliner khas masyarakat Suku Sasak yang banyak diburu wisatawan lokal maupun mancanegara saat datang berlibut, khususnya ke tiga Gili, yaitu Gili Terawangan, Gili Meno dan Gili Air, Lombok Utara.
“Dinamakan sate tanjung, karena sate ini pertama kali dibuat oleh masyarakat nelayan asal Desa Tanjung dan memang kebanyakan dijual di Desa Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, yang bahan-bahan satenya seratus persen murni terbuat dari ikan,” kata Sainah, penjual sate tanjung kepada Cendana News, Minggu (24/1/2015)
Jenis ikan untuk membuat sate Tanjung juga tidak senbarang ikan, ikan yang biasa dijadikan sebagai bahan sate adalah ikan pasok, ikan ini memiliki bentuk tubuh memanjang dan lancip. Agar sate nikmat saat disantap, daging dan duri harus dipisahkan lalu kemudian daging ikan direndam dalam bumbu khas yang bersantan Untuk mendapat hasil maksimal (bumbu merasuk kedalam daging ikan, red), daging ikan dibiarkan dalam rendaman bumbu beberapa lama. Sesudah itu ditiriskan baru kemudian dibakar dan siap disantap bersama nasi atau lontong, sesuai selera. 
Untuk bumbu sendiri, kata Sainah diracik dari cabai rawit, bawang merah, bawang putih, jahe, merica dan sang ketumbah. Semua bumbu tesebut ditumbuk dan dilebar (dicampur) jadi satu untuk disiramkan pada sate yang baru selesai dibakar
Soal rasa, sate tanjung juga sangat berbeda dengan sate bulayak yang juga dikenal wisatawan saat menikmati kuliner asli Lombok. Sate bulayak terbuat dari daging sapi.  
“Sate tanjung rasanya beda dengan sate bulayak, kenyal dan gurih tentunya ditambah racikan bumbu khas masyarakat Tanjung Kabupaten Lombok Utara,” ujar Sainah
Menemui Yadik, salah satu pembeli sate Tanjung asal Kota Mataram mengatakan, selain rasanya yang berbeda, harganya juga berbeda. “Ada harga, ada rasa” begitu tepatnya. Harga sate tanjung lebih mahal dibanding sate bulayak, tapi tetap terjangkau bagi semua kalangan.
Kabupaten Lombok Utara, jika ingin menikmati keindahan wisata alam Gili Trawangan dan kelezatan sate tanjung. rasanya pantas jika mulai diagendakan untuk menjadikan Lombok sebagai tujuan wisata saat musim libur tiba.
Lihat juga...