hut

Bangka Belitung, Keindahan dan Potret Kerukunan dalam Keberagaman

JUMAT, 26 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Miechell Koagouw / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Miechell Koagouw

LIPUTAN KHUSUS TMII—Bangka Belitung (Babel) merupakan pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan yang terdiri dari dua pulau besar yakni Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Anjungan Provinsi Bangka Belitung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ir.H.Eko Maulana Ali Sip. Sap. MSc pada tanggal 29 Maret 2009.

Rumah adat Bangka Belitung sebagai bangunan utama Anjungan Provinsi Bangka Belitung TMII

Rumah adat Bangka Belitung berbentuk rumah masyarakat Melayu pada umumnya dengan atap yang diberi hiasan-hiasan ukiran bercorak lada putih sebagai salah satu hasil bumi kebanggaan masyarakat Bangka Belitung. Rumah adat inilah yang dijadikan bangunan utama Anjungan Provinsi Bangka Belitung TMII. 
Memasuki Anjungan Provinsi Bangka Belitung maka pengunjung sudah bisa merasakan langsung kebudayaan melayu yang sangat kental dimana penduduk asli Provinsi Bangka Belitung disebut juga Suku Melayu Bangka Belitung. Beragam suku lainnya ada di Bangka Belitung, yaitu Jawa, Tionghoa, Sunda, Batak, dan Bugis, sehingga tercipta pula keragaman Agama disana mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Walaupun memiliki keragaman baik suku maupun agama, namun Provinsi Bangka Belitung merupakan salah satu Provinsi dengan tingkat toleransi SARA yang tinggi.
Provinsi Bangka Belitung terdiri dari beberapa Kabupaten, serta satu kotamadya, yaitu : Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Timur, Belitung, dan Kotamadya Pangkal Pinang. Struktur tanah Bangka Belitung memiliki keasaman yang tinggi sehingga mengandung kekayaan alam berupa Timah yang sangat besar jumlahnya. Hal ini menjadi salah satu nilai tambah dalam bersaing dengan Provinsi lainnya dari sektor industri pertambangan.
Replika Suyak atau disebut juga Tudung Saji khas Bangka Belitung dengan permainan warna yang menarik
Anjungan Provinsi Bangka Belitung TMII menyambut pengunjung dengan ragam hasil tambang. Batu Satam dari jenis batu mineral hitam dikelilingi urat-urat batu yang khas karena terbentuk oleh proses alami selama bertahun-tahun didalam perut bumi merupakan salah satu hasil andalan yang dipamerkan di anjungan selain zirkon, koral merah, gamping, silici, koral abu-abu, batu kapur, gamping abu-abu, gamping merah, batu gunung granit, koral putih, batu apung, gamping putih, bouksit, bouksit besi, batu besi, slag, batu pasir gunung, pasir timah, dan silica campuran.
Batu Satam merupakan batuan khas yang hanya ada di Indonesia, khususnya di Provinsi Bangka Belitung. Batu jenis ini banyak diburu kolektor mancanegara maupun lokal, dan hal ini dimanfaatkan oleh para pengrajin lokal untuk membuatnya menjadi beragam perhiasan mulai cincin, liontin, pena, sampai kalung yang dikategorikan sebagai industri cinderamata di Provinsi Bangka Belitung.
Melayangkan pandangan ke bagian tengah anjungan, maka pengunjung akan tertambat kepada Busana adat tradisional dan Pengantin Bangka Belitung yang disebut Busana Paksian, yang merupakan perpaduan antara budaya melayu, arab, dan cina. Turut ditampilkan didalam Anjungan adalah alat-alat musik tradisional Bangka Belitung yang merupakan peralatan musik khas melayu seperti : marawis (cymbal drum), gendang belah induk (besar), gendang belah anak (kecil), segitiga besi (trangle), instrumen bel (chimes), marakas (alat musik perkusi), rebana, gitar dambus/gambus, seruling melayu, gong, akordion, biola, gendang melayu, dan tamborin.
Salah satu tradisi leluhur masyarakat Suku Sawang Pulau Belitung adalah ‘Buang Jong’ yang artinya adalah membuang atau melayarkan sebuah miniatur perahu bernama ‘Jong dan Ancak’ yang berisi sesaji. Inti dari prosesi ini adalah  meminta perlindungan agar kiranya terhindar dari marabahaya dilautan lepas saat Suku Sawang sedang melaut di musim ombak besar bulan agustus atau november yang dikenal dengan Musim Barat. 
Replika kekayaan sektor pertambangan di Provinsi Bangka Belitung
Dan miniatur Perahu Jong atau ‘Jong dan Ancak’ cukup banyak menarik perhatian pengunjung. Untuk para nelayan Bangka Belitung, perahu yang dipergunakan adalah perahu tradisional yang bernama Perahu Kater.
Kerajinan tangan dari rotan merupakan salah satu yang ditampilkan di Anjungan Provinsi Bangka Belitung, seperti : senggung (alat penangkap ikan), tampi padi (alat menampi padi/beras), suyak (tudung saji khas bangka belitung), Kerajinan Akar Bahar, dan kopiah resam yaitu topi/kopiah anyaman khas Bangka Belitung. 
Selain itu terdapat pula beduk, kain cual (kain tenun khas kebanggaan masyarakat Bangka Belitung yang dibuat seperti kerajinan songket namun mengambil motif tenun ikat), dan diorama busana tradisional Bangka Belitung dengan bahan dasar kain cual. Untuk melestarikan seni tenun kain cual maka Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mewajibkan anak-anak sekolah disana untuk mengenakan kain cual di hari jumat.
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung melalui anjungan yang ada di TMII mencoba mempromosikan semua tempat wisata unik atau bersejarah di daerahnya melalui brosur-brosur berbahasa Indonesia-Inggris berjudul ‘come & explore Bangka Belitung Archipelago’. Adapun obyek-obyek wisata unggulan seluruh Bangka Belitung adalah :
1. Mercusuar Tua di Pulau Dapur, Toboali.
2. Mercusuar Tanjung Kalian
3. Pantai Sadai
4. Pantai Tanjung Tinggi
5. Pantai Pasir Padi Pangkal Pinang
6. Taman laut Pulau Ketawai
7. Pantai Sampur
8. Pantai Tanjung Berikat
9. Pantai Parai Tenggiri
10. Pantai Penyusuk
11. Pulau Bangka
12. Pantai Matras
13. Wisata laskar pelangi desa linggang, Gantung, Belitung timur (kampung halaman seniman Andrea Hirata).
14. Batu Mentas (konservasi yang akan dijadikan penangkaran hewan rusa dan pelanduk)
15. Kepulauan Buku limau dan Memperak
16. Pulau Lengkuas
17. Pulau Babi (Kepayang), pulau konservasi penyu
18. Pantai Tanjung Kelayang
19. Pulau Belitung
20. Wisata desa nelayan kurau
21. Wisata alam Hutan pelawan namang
22. Taman nuansa Tiongkok ‘Pha Kak Liang’
23. Pantai Tanjung Pesona
Selain sejumlah obyek wisata tersebut, ada satu yang cukup unik, yaitu Wisata Bawah Laut dimana sekitar perairan kepulauan Bangka Belitung terdapat peninggalan-peninggalan sejarah bawah laut berupa bangkai kapal-kapal tenggelam. Diantaranya ditemukan harta karun dari dinasti Tang pada situs batu itam Belitung, maupun kapal induk Ashigara yang tenggelam bersama 1600 tentara jepang diperairan Bangka Barat. 
Wisata budaya di Bangka Belitung juga cukup menarik, dari prosesi mandi belimau, nganggung, pesta suku jering, Barongsai, lesong panjang, hingga perang ketupat yang mengasyikkan dapat dinikmati di bulan-bulan tertentu sesuai hitungan tanggal harus diadakannya kebudayaan-kebudayaan asli Bangka Belitung tersebut.
Menikmati keindahan kepulauan Bangka Belitung sambil menyantap Martabak dan Terang Bulan Bangka yang sudah terkenal di seantero nusantara akan menjadi hal menarik untuk dinikmati para pengunjung Anjungan Provinsi Bangka Belitung TMII yang memutuskan untuk pesiar ke ‘negeri serumpun sebalai’ (Bangka Belitung).
Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!