hut

Mage Wair, Lezatnya Masakan Ikan Kuah Asam dalam Bambu

SENIN, 8 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary

NUSA TENGGARA TIMUR—Mage Wair makanan tradisional dan sudah jadi makanan keseharian masyarakat Sikka. Tak susah menjumpai makanan ini, baik di rumah-rumah maupun di rumah makan di Kota Maumere. Kelezatan Mage Wair yang dimasak memakai bambu dan dibakar tentu berbeda. 
Mage Wair atau Kuah Asam merupakan salah satu makanan khas masyarakat Sikka.Makanan sederhana ini biasa dihidangkan setiap hari di kebanyakan keluarga. Mempergunakan bumbu-bumbu tradisional rasa Mage Wair tetap lezat dan aromanya memikat di tengah cuaca panas yang melanda kota Maumere.
Minggu (7/2/2016) Cendana News diajak menyicipi masakan ini. Jika biasanya Mage Wair dimasak di kuali, kali ini Cendana News berkesempatan menyicipi Mage Wair yang dimasak dalam bambu dengan cara dibakar.
Bumbu Seadanya
 
Memasak Mage Wair gampang dilakukan. Dikatakan Maria W. Parera warga Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, bumbu–bumbu yang dipergunakan mudah dijumpai dan dibeli di kios atau pasar.
Pertama sebut Maria,kita perlu menyediakan bumbunya terlebih dahulu. Bawang putih, bawang merah, kunyit, halia, daun sere atau kemangi,asam, garam dan lombok.Bawang putih dan bawang merah diiris. 
Kunyit dan halia di memarkan. Lombok kecil dihaluskan atau jika memakai lombok besar maka sebaiknya diiris saja. Garam dan asam disiapkan secukupnya.
“Jika mau asamnya lebih terasa,sebaiknya memakai asam kering.Daun Kemangi bisa ditambahkan sedikit buat pengharum “ujarnya.
Bila memakai ikan basah ukuran besar maka saran Maria,ikannya dipotong kecil– kecil sesuai selera.Tapi kalau ikannya selebar dua atau tiga jari orang dewasa lanjutnya sebaiknya tak usah dipotong,cukup dibersihkan isi perutnya saja.
Dibakar dalam Bambu
 
Dua buah bambu terlihat dipotong sepanjang ± 35 sentimeter diletakan miring di tungku halaman belakang rumah Maria. Bambu–bambu tersebut sebelum dipakai, bagian dalamnya dibersihkan memakai air dan digosok memakai kayu atau sabut kelapa. Sebaiknya bambu yang dipakai jangan bambu muda tapi yang setegah tua. 
Asam dicampur air secukupnya dan dimasukan ke dalam bambu. Sesudahnya, masukan bumbu dan ikan kedalam bambu. Ujung bambu disumbat memakai daun pisang sebutnya agar aroma masakan tetap terjaga dan ikan matangnya lebih merata. 
Bambu berisi ikan dipindahkan ke tempat yang sudah disiapkan.Bambu–bambu tersebut diletakan miring bertumpu di atas kayu yang sedang terbakar.Bila bambu sudah terbakar dan hangus urai Maria itu pertanda ikannya sudah masak dan siap dikonsumsi.
“Bakarnya tidak lama,paling lama satu jam kalau nyala apinya tidak besar.Tapi semua itu tergantung kayunya juga.Kita juga harus jaga supaya bambunya jangan sampai hangus.Kalau sudah mulai terbakar kita pindahkan ke bara api saja biar terbakarnya lebih merata dan bambu tidak hangus “papar Maria Dince Mala.
Bambu yang sudah hangus terbakar diangkat. Sumbatan dibagian ujungnya tutur Dince dilepas dan isinya langsung dituangkan di wadah. Bila dibakar dalam bambu, daging ikannya lebih gurih dan matangnya merata sebab ujung bambu ditutup sehingga uap panas tidak bisa keluar.
Selain dimasak dalam bambu, Mage Wair juga kebanyakan dimasak di kuali biar lebih praktis. Caranya, ikan dibersihkan lalu dipotong sesuai selera. Air dimasak hingga mendidih lalu masukkan bumbu yang sudah dihaluskan dan air asam. Setelah itu, masukkan ikan dan direbus sampai matang. Ikan pun siap dihidangkan.
Saat mencicipi Mage Wair yang dimasak dalam bambu, masakannya terasa beda. Rasa bumbu lebih meresap hingga ke dalam tulang ikan. Ikannya juga lebih gurih. Dikatakan Maria Parera, Mage Wair lebih pas bila dimakan bersama Ou Ai Prungan, ubi kering yang ditumbuk dan dicampur kelapa parut lalu dikukus.
KETERANGAN FOTO
Foto 1 : Aneka bumbu dapur, ikan basah dan bambu yang akan dipakai memasukan ikan untuk dibakar.
Foto 2 : Maria Dince Mala (baju merah) sedang membakar bambu Mage Wair.
Foto 3 : Masakan Mage Wair yang sudah matang dan siap dihidangkan.

Lihat juga...