hut

Nagasari, Penganan Legit Nan Khas Kota Bireuen Aceh

SABTU, 13 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein

JAKARTA — Panganan khas Aceh selain kue Adee Kak yakni kudapan legit bernama Nagasari. Penganan khas ini berasal dari Kota Juang, Kabupaten Bireuen. Penganan legit ini, begitu populer di tanah Serambi Mekkah. Letak daerah yang cukup strategis; di jalan nasional lintas provinsi, membuat penganan ini menjadi salah satu oleh-oleh khas.
Nagasari, penganan legit khas Bireuen, Provinsi Ace
Kue yang dibuat dari bahan dasar tepung dan pisang. Kemudian diolah menggunakan gula pasir, santan, garam, dan sari daun pandan asli. Nagasari yang telah diracik, lalu dikukus. Cirikhas nagasari adalah rasanya yang lembut, wangi dan pisang raja yang menambah kenikmatan rasa. Kudapan khas nagasari yang menyatu membentuk dinding piramida dan dibungkus menggunakan daun pisang. 
Peminat kue ini cukup banyak. Setiap harinya, hampir disemua gerai yang ada di Bireuen tersebut terjual 500 hingga 800 bungkus nagasari. Toko-toko yang menjejerkan makanan ini buka setiap harinya sejak pukul 08.00 hingga pukul 24.00 Wib.
“Sehari biasanya laku sampai 500 bungkus, hari libur bisa sampai 700 atau 800 bungkus. Pembeli biasanya orang yang melalui jalan lintas provinsi tujuan Banda Aceh atau sebaliknya,” ujar Aini, salah seorang pekerja di gerai yang menjual nagasari, kepada Cendana News, Jumat (12/2/2016).
Banyak pelancong yang membeli nagasari tersebut sebagai oleh-oleh. Harganya juga terbilang cukup murah, Rp.1000 untuk satu bungkus nagasari. 
“Kalau beli banyak 20 bungkus atau lebih, biasanya ditambah lebih 2 hingga 3 bungkus,” kata Aini.
Ada dua cara menikmati penganan khas ini. Bisa dinikmati dalam kondisi hangat setelah dibeli, atau dinikmati setelah dimasukkan ke dalam kulkas. Jika dalam kondisi biasa, kue ini bisa tahan hingga dua hari, namun jika dismpan di dalam kulkas, nagasari bisa tahan hingga seminggu.
Namun, jika ingin mendapati kenikmatan yang khas dari legitnya kue tersebut, disarankan anda menikmatinya selagi hangat. Rasanya yang lembut, harum daun pandan serta potongan pisang raja yang nikmat, dijamin memanjakan lidah anda. Bagaimana, tertarik mencoba?
Lihat juga...