Ibu Arya, Berjualan Jamu Keliling Demi Hidupi Keluarganya

168
SABTU, 19 MARET 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor : Fadhlan Armey / Sumber foto: Agus Nurchaliq

MALANG — Sudah 15 tahun, Ibu Arya melakoni profesinya sebagai penjual jamu keliling. Dengan mengendarai sepeda angin miliknya,setiap hari berkeliling dari satu tempat ke tempat yang lain untuk menjual jamu demi membantu suaminya yang berjualan siomai demi memenuhi kebutuhan keluarga dan tiga orang anaknya yang masih kecil.
“Setiap hari saya keliling berjualan jamu dengan menggunakan sepeda untuk membantu perekonomian keluarga,”ujarnya kepada Cendana News, Sabtu (19/3/2016).
Ibu Arya mendapatkan keahlian membuat jamu dari saudaranya yang juga berprofesi sebagai penjual jamu. Dari situ ia terus membuat jamu setiap hari sampai sekarang.
Arya mengatakan hampir setiap hari dirinya mebuat jamu sendiri karena hampir setiap hari pula jamu yang ia jual habis terjual.
“Kalau jamu tidak habis hari ini, bisa disimpan di lemari es untuk ke esokan harinya dan bisa bertahan selama satu minggu,”terangnya. 
Meskipun bisa bertahan satu minggu, Arya menjamin jamu buatannya tanpa meggunakan bahan pengawet.
Selama ini ibu Arya biasa menjual jamunya di Universitas Brawijaya (UB) dan di Universitas Negeri Malang (UM), sehingga tak heran jika jamunya menjadi langganan para mahasiswa. 
Namun begitu menurut Arya selain digemari mahasiswa, jamu buatannya juga disukai anak-anak. Tak jarang usai melakukan pelajaran olahraga, anak-anak sekolah dasar ini langsung datang menghampiri Ibu Arya untuk membeli jamu buatannya.
“Biasanya setiap kali selesai jam olahraga, anak-anak langsung beli jamu yang saya buat. Mereka suka beli jamu beras kencur dan sinom, “ucapnya. 
Ia menambahkan selain berjualan di UB dan UM, setiap hari Minggu ia juga berjualan di Pasar Minggu.
Untuk sebotol jamu, Arya mematok harga sepuluh ribu Rupiah dan dua ribu Rupiah untuk sebungkus jamu tradisional.
Baca Juga
Lihat juga...