hut

Penataran P4 Strategi Soeharto Menyamakan Persepsi Hidup Bernegara

JUMAT, 25 MARET 2016
Jurnalis : Rustam / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Rustam 

CATATAN JURNALIS–Masih ingatkan Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4)? Mungkin ya, mungkin tidak. Lho kok begitu jawabnya. Lha iya, karena sejak Pemerintahan Orde Baru (Orba) digantikan Era Reformasi, Penataran P4 langsung lenyap seketika. 
Padahal Penataran P4 dari tahun 1978 hingga 1990, mulai jenjang anak sekolah SD, SMP dan SMA wajib mengikuti penataran.
Alasan yang samar-samar  didengar ditelinga, Penataran P4 itu cara-cara Pemerintahan RI era Soeharto, Presiden RI ke 2. Soeharto dinilai negatif dengan mendoktrin generasi muda Indonesia agar tunduk dan patuh dengan pemerintah yang sedang berkuasa. Maaf jika penerimaan pendengaran penulis berbeda dengan pendengaran anda.
Semasa Pemerintahan Orde Baru, Penataran P4 itu menjadi kurikulum pendidikan yang wajib diikuti para pelajar sampai mahasiswa. Bahkan pejabat, Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru luluspun harus masuk kelas Penataran P4 terlebih dahulu sebelum bertugas.
Saat tamat Sekolah Dasar (SD), lalu lanjut ke tingkat SMP, sebelum belajar di kelas terlebih dulu wajib ikut Penataran P4 selama sepekan lamanya. Nah kalau sekarang diganti dengan istilah orientasi sekolah. Materi dan muatan belajarnya berbeda antara Penataran P4 dengan orientasi sekolah.
Bedanya apa?. Di Penataran P4, semua guru sampai kepala sekolah memberikan pemahaman dan pendalaman yang namanya sekarang Wawasan Kebangsaan. Kalau zaman Pemerintahan Orde Baru menyebutnya Wawasan Wiyatamandala. Wawasan yang mempersatukan seluruh suku, agama dan golongan yang tinggal di berbagai pulau, mulai dari Sabang di Aceh sampai Merauke di Papua. Wawasan yang mempersatukan kesamaan pandang terhadap Nusantara Indonesia dan kesamaan dalam hidup bernegara.
Materi pokok yang harus dipahami, didalami, diresapi dan diamalkan oleh seluruh pelajar Indonesia, adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan /Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Lima sila yang tertuang dalam Pancasila kemudian dimaknai butir-butir pengamalan. 
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa makna yang terkandung ;
1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
2. Hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
3. Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan.
3. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.
Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, makna yang terkandung adalah
1.Mengakui persamaan derajat, hak dan kewajiban antara sesama manusia.
2.Saling mencintai sesama manusia.
3. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
4. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
7. Berani membela kebenaran dan keadilan.
8. Bangsa Indonesia sebagai bagian dari seluruh umat manusia, maka dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
Sila Persatuan Indonesia, makna yang harus diamalkan adalah
1. Menempatkab kesatuan, persatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
2. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
3. Cinta tanah air dan bangsa.
4. Bangga sebagai Bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia.
5. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber Bhineka Tunggal Ika.
Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, maknanya adalah 
1. Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
2. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
3.Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan.
5.Dengan itikad baik dan rasa tanggungjawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
6.Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai hati nurani yang luhur.
7. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, makna yang harus diamalkan adalah 
1. Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.
2. Bersikap adil.
3.Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4. Menghormati hak-hak orang lain.
5.Suka memberikani pertolongan kepada orang lain.
6. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
7. Tidak bersifat boros.
8.Tidak bergaya hidup mewah.
9.Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
10. Suka bekerja keras.
11.Menghargai hasil karya orang lain.
12. Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Bulu Burung Garuda yang terdapat di leher, sayap dan ekor juga mempunyai makna historis dalam Proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945.
Kemudian di kaki Burung Garuda terdapat tulisan Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetap satu yaitu Bangsa Indonesia. Makna luasnya yang dimaksud, Bangsa Indonesia terdiri berbagai suku dan agama, namun tetap dalam bingkai persatuan.
Perbedaan yang ada di bumi Indonesia justru menjadi kekayaan dan kekuatan yang tidak dimiliki bangsa-bangsa lain di dunia. Malahan bangsa lain ingin belajar bagaimana cara pemerintah Indonesia di zaman Orde Baru mempersatukan berbagai suku yang tinggal diberbagai pulau, membentang dari Sabang sampai Merauke. Padahal bangsa lain tidak tahu bahwa kita punya kekuatan Wawasan Wiyatamandala yang dapat mempersatukan seluruh isi bumi Nusantara. Wawasan tersebut sudah mengakar dan mendarah daging, sehingga sulit dipecah atau diadu domba.
Secara teori, peserta Penataran P4 diajarkan bagaimana memahami bahwa Pancasila itu sebagai asas Bangsa Indonesia. Pancasila itu ideologi Bangsa Indonesia. Pancasila itu sebagai falsafah Bangsa Indonesia. Pancasila itu sebagai pedoman Bangsa Indonesia. Pancasila itu sebagai bentuk kesamaan arah pandang dalam hidup bernegara. Sehingga dengan berbagai bentuk ancaman, teror, ajaran menyesatkan, politik adu domba baik dari segi sosial, ekonomi dan paham-paham lain yang bertentangan dengan Pancasila dapat dipatahkan dengan sendirinya. 
Sebab generasi muda Indonesia, sejak dini mulai dari para pelajar, petani, nelayan, PNS, karyawan perusahaan, pekerja profesional, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan lain sebagainya, sudah paham benar apa yang harus dilakukan, tanpa harus ada perintah dari pihak manapun termasuk dari pemerintah yang berkuasa saat itu.
Antara rakyat, TNI dan Polri (dulu ABRI) dan Pemerintah, tahu apa yang harus dilakukan ketika ada pihak yang mencoba merongrong kewibawaan pemerintah Indonesia atau kewibawaan negara.
Pada tahun 1980 an, sempat ada upaya dari pihak asing menyebarkan pengaruh untuk tidak percaya pemerintah. Kemudian berupaya merusak pemahaman ideologi Pancasila. Namun gerakan Organisasi Tanpa Bentuk (OTB) itu berhasil disingkirkan. Sebab rakyat saat itu tidak mudah percaya. Rakyat Indonesia hanya meyakini bahwa Pancasila itu adalah pedoman yang tidak bisa digantikan dengan yang  lain.
Rakyat Indonesia tidak mudah menerima kehadiran ormas yang tidak jelas asal usulnya, tidak mencantumkan Pancasila dan UUD 1945 dan belum dilegitimasi pemerintah. Apalagi Ormas yang mengajarkan paham-paham agar membenci pemerintah, langsung ditolak masyarakat Indonesia. Bahkan masyarakat sendiri yang bergerak membubarkan.
Kemudian tidak ada konflik antarsuku dan agama. Pemeluk agama Islam hidup berdampingan dengan agama Kristen, Hindu dan Budha. Hidup dalam suasana ketenangan, rukun dan damai. Hidup dalam suasana gotong royong, saling membantu.
Seperti yang penulis alami hidup di Desa Mowila (sekarang mekar menjadi Desa Kondoano), Kecamatan Landono (sekarang mekar jadi Kecamatan Mowila), Kabupaten Kendari (sekarang mekar menjadi Kabupaten Konawe Selatan), Provinsi Sultra. Di desa itu terdapat etnis Tolaki sebagai penduduk asli, etnis Bugis, etnis Bali dan etnis Jawa Sunda dan Jawa Timur serta Jawa Tengah. 
Etnis Jawa dan Bali adalah warga transmigrasi yang ditempatkan di Desa Muliasari sekitar tahun 1979. Maaf bila tahunnya salah, sebab ketika itu penulis masih terlalu kecil untuk mengingatnya. Desa ini berbatasan langsung dengan Desa Mowila yang dihuni etnis Tolaki dan etnis Bugis tapi minoritas.
Tidak ada yang namanya konflik. Justru terjadi alih teknologi pertanian. Dimana etnis Tolaki saat itu hanya mengenal berkebun dengan sistem berpindah-pindah. Misalnya tahun ini merambah hutan lalu menanam padi gogo. Setelah panen pindah lagi ke hutan lain. Kayu ditebang, dibakar lalu ditanami padi ladang.
Sementara etnis Jawa dan Bali datang membuka lahan persawahan.  Menanam padi secara menetap. Menggunakan sapi untuk membajak sawah. Menggunakan pupuk untuk meningkatkan produksi padi sawah. Menggunakan pestisida untuk menghalau serangan hama. Menanam padi secara bersamaan agar hama tikus dapat ditekan serangannya. 
Kemudian etnis Jawa dan Bali tidak tahu bahwa sagu itu bisa dikonsumsi sebagai pengganti beras. Lalu saat akan menanam atau panen padi sawah, etnis Tolaki datang membantu menanam atau panen.
Sekali lagi tidak ada konflik antar etnis dan agama. Sebab ternyata, baik etnis Tolaki, maupun warga transmigrasi sama pemahamannya tentang hidup sebagai warga negara Indonesia. Pancasila dan UUD 1945 dipahami dan diamalkan. 
Makanya tidak benar bila Penataran P4 zaman Orde Baru bertujuan untuk mendoktrin generasi muda agar tunduk dan taat perintah terhadap pemerintahan yang berkuasa saat itu. Yang benar adalah upaya mencegah, menangkal upaya pihak asing merongrong kedaulatan Bangsa Indonesia.
Selain pendalaman tentang Pancasila, di Penataran P4 juga diberikan materi tentang Undang-undang Dasar 1945. Setiap peserta penataran ketika itu wajib menghafalkan teks UUD 1945, barulah kemudian masuk pada makna yang terkandung didalamnya.
Dalam UUD 1945, sangat jelas menegaskan bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, termasuk Bangsa Indonesia yang dijajah kolonial Belanda.
Kemudian bagaimana Indonesia hidup berdampingan dengan negara lain. Bagaimana membina hubungan kerjasama internasional. Bagaimana Bangsa Indonesia turut serta menjaga perdamaian dunia. Dan masih banyak makna yang terkandung dalam UUD 1945.
Hal lain yang tak kalah pentingnya dalam Penataran P4, yaitu materi tentang sejarah perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Banyak lahir pejuang-pejuang yang kemudian mereka gugur di medan perang.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Indonesia menganugerahkan mereka sebagai Pahlawan Nasional. Sebut saja Sultan Hasanuddin, Pangeran di Ponegoro, Cut Nya Dien, Pattimura,  Imam Bonjol dan lain sebagainya.
Ada lagi pahlawan pendidikan, seperti Budi Utomo yang sampai sekarang masih dipakai falsafahnya, yaitu Tut Wuri Handayani. RA Kartini pejuang emansipasi. Para pejuang dunia pendidikan membangkitkan semangat nasionalisme dengan melahirkan Sumpah Pemuda.
Penataran P4 juga mengajarkan bagaimana hidup bergotong royong. Saling membantu, tolong menolong meskipun beda suku, agama, kata atau miskin. Sesama Bangsa Indonesia maupun bangsa lain tidak boleh saling menyakiti. Yang tua dihormati, yang muda disayangi.
Hargai para pahlawan, para pejuang yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Meskipun mereka semua telah tiada dimuka bumi ini. Tapi mereka telah mengorbankan harta dan jiwa raganya demi Bangsa Indonesia. Mereka berjuang secara ikhlas, tanpa pamrih. 
Intinya Penataran P4 yang menjadi wajib diikuti seluruh rakyat Indonesia pada zaman Orde Baru, adalah bagaimana menghargai perjuangan rakyat Indonesia. Kemudian memaknai, memahami dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945. Sementara kita tahu bahwa lahirnya Pancasila dan UUD 1945 itu zaman Presiden Soekarno, bukan Soeharto.
Tapi Presiden Soeharto paham benar bahwa cita-cita perjuangan Bangsa Indonesia harus dilanjutkan dari generasi ke generasi. Cita-cita perjuangan tidak boleh putus, meski zaman akan berganti. 
Inilah makna dan esensi Penataran P4 yang bisa penulis bagikan kepada generasi muda Bangsa Indonesia. Bahwa Penataran P4 masih relefan untuk menanamkan Wawasan Kebangsaan sebagai Bangsa Indonesia yang berdaulat. Bangsa yang tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh dengan isu-isu negatif.
Hanya saja model  dan konsep penyampaian Penataran P4 yang perlu dibenahi, supaya peserta tidak jenuh belajar tentang Pancasila dan UUD 1945. Harus ada model pendekatan kekinian, tanpa menghilangkan esensi dasar.
Pemahaman Wawasan Kebangsaan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, Kesbangpol, TNI dan Polisi. Tapi ini merupakan tanggungjawab bersama semua elemen, baik masyarakat, dunia pendidikan, perusahaan, aktivis LSM dan sebagainya.
Pemahaman Wawasan Kebangsaan harus berkelanjutan dari generasi ke generasi. Jangan jadikan Wawasan Kebangsaan sebagai sebuah proyek pemadam kebakaran. Artinya materi Wawasan Kebangsaan baru mulai diajarkan, bila meningkat pergerakan organisasi radikal merekrut anggota sampai di desa-desa. 
Jangan karena ada organisasi yang anti Pancasila, organisasi radikal, organisasi yang mendukung ISIS, organisasi yang menyesatkan ajaran agama, lalu semua sibuk memberikan penyuluhan di mana-mana. 
Pemahaman Wawasan Kebangsaan harus ditanamkan sejak dini kepada seluruh generasi, bila kita semua sepaham dan sepakat bahwa Negara Indonesia harus tetap ada di muka bumi bersama bangsa-bangsa lain. Perbedaan suku, agama dan adat istiadat bukan faktor penghalang untuk bersatu, justru itu menjadi kekuatan yang tidak dimiliki oleh negara lain.  Aku Cinta Indonesia. 
Diakhir catatan ini, Penulis befikir bahwa Soeharto dengan penulis tidak ada bedanya. Sama-sama manusia. Tapi Soeharto pernah menjadi presiden REPUBLIK INDONESIA selama 32 tahun. Soeharto telah memberikan visi bahwa untuk menjaga keutuhan dan kelangsungan hidup Bangsa Indonesia, wajib hukumnya samakan persepsi tentang Wawasan Wiyatamandala yang sekarang populer dengan Wawasan Kebangsaan. 
Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com