Luruskan Sejarah, Festival Jalan Lurus Digelar di Gedung Joang 45 Jakarta

SENIN, 23 MEI 2016

JAKARTA—Sebuah organisasi yang mengatasnamakan dirinya Front Pancasila rencananya akan menggelar acara Seminar & Dialog Lintas Generasi yang bertajuk “Festival Jalan Lurus 2016” pada hari ini, Senin (23/5/2016), mulai pukul 09:00 WIB-16:00 WIB. Festival Jalan Lurus tersebut diadakan di lantai III Ruang Dewan Harian Nasional, kompleks Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya No.31, Jakarta Pusat. Selain diskusi dan dialog, acara tersebut juga akan diisi dengan musikalisasi puisi dan pendeklarasian “Negarawan Muda Indonesia Anti Komunis”. (Foto : Suasana Seminar dan Dialog, Festival Jalan Lurus 2016)


Pantauan Cendana News, di lantai III Ruangan Dewan Harian Nasional lokasi tempat acara, hingga pukul 09:45 WIB, suasana tampak terlihat ramai meskipun pelaksanaan acara seminar dan dialog belum dimulai, namun panitia dan segenap pendukung acara sudah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya. Sementara itu beberapa tokoh-tokoh nasional direncanakan akan hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut, antara lain Taufik Ismail, Mahfud MD, Cosmas Batubara, Fahmi Idris, Akbar Tandjung, Kivlan Zein, Alfian Tandjung dan Thowaf Zufaran.
Sementara itu materi yang akan dibahas dalam seminar dan dialog Festival Jalan Lurus 2016 di Jakarta tersebut antara lain :
1. Seputar peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) 1948 di Madiun, Jawa Timur dan peristiwa Gerakan 30 September (G30/S/PKI) 1965 di Jakarta.
2. Mewaspadai bangkitnya Komunisme Gaya Baru (KGB).
Shidki Wahab, Ketua Umum DPP Laskar Ampera Arief Rahman Hakim dan Ketua Panitia Festival Jalan Lurus 2016
Shidki Wahab, Ketua Umum DPP Laskar Ampera Arief Rachman Hakim, merangkap sebagai ketua panitia mengatakan “tujuan dan maksud digelarnya Festival Jalan Lurus 2016 untuk meluruskan sejarah bagaimana sesungguhnya peristiwa tragedi Pembeontakan PKI di Madiun 1948 dan Pemberontakan G/30/S PKI di Jakarta 1965, kami tidak menginginkan generasi muda penerus masa depan bangsa Indonesia salah mendapatkan informasi seputar sejarah kelam Bangsa Indonesia terkait dengan PKI, sikap kita kepada Pemerintah jelas dan tegas, jangan memberikan ruang dan kesempatan kepada PKI untuk tumbuh dan bangkit lagi.
Berikut ini 6 poin Deklarasi yang  dihasilkan dalam Seminar dan Dialog Festival Jalan Lurus 2016 di Gedung Joang 45 Jakarta :
1. Kami Para Negarawan Muda Indonesia berjanji akan setia memperjuangkan dan mengamalkan ideologi Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara di Indonesia.
2. Kami Para Negarawan Muda Indonesia Indonesia dengan tegas menolak penyebarluasan tajam radikal teror, Komunisme, Marxisme dan Leninisme di Indonesia.
3. Kami Para Negarawan Muda Indonesia mendukung Pemerintah Republik Indonesia untuk tidak perlu meminta maaf kepada PKI.
4. Kami Para Negarawan Muda Indonesia berjanji dan berusaha mewujudkan kedaulatan negara di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan Indonesia.
5. Kami Para Negarawan Muda Indonesia berjanji akan berusaha mengawal jalannya proses pemerintahan dan mengawasi kebijakan para penyelenggara pemerintahan berdasarkan Ideologi Pancasila.
6. Kami Para Negarawan Muda Indonesia berjanji akan selalu bersatu dalam keberagaman sesuai dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Eko Sulestyono)
Lihat juga...