Antisipasi Kemacetan ASDP Perlebar Pintu Masuk Pembelian Tiket

MINGGU, 19 JUNI 2016

LAMPUNG — Hadapi arus mudik dan arus balik lebaran tahun 2016/1437 Hijriyah, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP ) Indonesia Ferry Cabang Bakauheni melakukan pelebaran pintu masuk pelabuhan. 
Proses pengerjaan yang masih terus berlangsung dipastikan akan selesai pada pekan mendatang dengan proses pembongkaran pagar serta melakukan pembuatan jalan beton di samping area Seaport Interdiction (SI). 
Menurut General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Eddy Hermawan, pelebaran jalan tersebut dilakukan untuk mengatasi kemacetan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni.
Selain melakukan proses pelebaran di jalur masuk terminal kedatangan pelabuhan, proses pelebaran juga dilakukan dengan membongkar bangunan yang selama ini digunakan sebagai jembatan timbang tepat di depan toll gate pembelian tiket. Berbagai perbaikan dilakukan menurut Eddy untuk semakin memperluas pintu masuk pelabuhan dan memperkecil potensi kemacetan saat pengguna jasa akan membeli tiket.
“Selain pelebaran, fasilitas area keselamatan juga disiapkan dengan jalur rem blong karena posisi jalan masuk ke pintu pelabuhan berada di posisi turunan,”ungkap Eddy Hermawan saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (19/6/2016).
Langkah mempersiapkan arus mudik dan arus balik juga telah dikoordinasikan dengan PT ASDP cabang utama Merak diantaranya untuk layanan penjualan tiket di luar pelabuhan. Khusus di pelabuhan Merak ia mengungkapkan layanan mobile e-ticketing akan disiapkan di KM 43 dan KM 68 rest area Tol Tangerang-Merak, serta untuk ASDP Bakauheni disiapkan di Hotel 56 Kalianda. Pelayanan mobile e-ticketing dilakukan untuk memberikan pilihan one stop services kepada pengguna jasa dengan berhenti di rest area.
Kesibukan arus mudik dan arus balik melalui lintasan Selat Sunda menggunakan jasa kapal Roll on Roll (Roro) pada tahun ini menurut Eddy Hermawan diperkirakan mencapai 112 trip perhari dengan jumlah penumpang mencapai 90 ribu orang setiap hari dan sepeda motor sejumlah 20 ribu unit perhari.
“Meski cukup padat namun ASDP akan menyiagakan sebanyak 56 unit kapal yang akan beroperasi melayani penumpang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni dan sebaliknya,”ungkapnya.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni juga akan mengoperasikan sebanyak 12-14 loket pembelian tiket penumpang untuk melayani arus mudik dan arus balik pemudik pada lebaran 2016. Selain khusus untuk pemudik arus balik dan arus mudik lebaran ASDP juga mengoperasikan sebanyak 8 loket pembelian tiket kendaraan roda empat serta tambahan sebanyak 4 loket pembelian tiket portable kendaraan khusus roda dua yang akan dilengkapi dengan tenda tenda untuk memberi kenyamanan bagi pengendara kendaraan roda dua.
Fasilitas lain yang disiapkan pihak PT ASDP Indonesia Ferry untuk pelayanan kepada pengguna jasa penyeberangan diantaranya menyiapkan sebanyak 5 fasilitas dermaga serta dermaga plengesengan sebagai dermaga cadangan. Persiapan tersebut dilakukan untuk mengatasi terjadinya lonjakan jumlah penumpang dan arus kendaraan dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa dan sebaliknya.
Sementara itu khusus untuk keberangkatan (sailing time) dan waktu bongkar muat kapal (port time) pihak ASDP akan berkoordinasi dengan pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bakauheni untuk pengaturan jadwal kapal agar bisa mengatasi terjadinya penumpukan penumpang.
Eddy Hermawan juga mengakui saat terjadinya proses menunggu untuk naik ke kapal dipastikan semua kendaraan akan bisa tertampung di semua area parkir dalam pelabuhan karena PT ASDP menyiapkan sebanyak 10 area parkir dari dermaga I hingga V. Kapasitas area parkir yang telah disiapkan mampu menampung sebanyak 3.160 unit kendaraan berbagai jenis. 
Rincian daya tampung area parkir Pelabuhan Bakauheni tersebut diantaranya; Dermaga I (Area parkir A dan B) berkapasitas 660 unit kendaraan campuran, Dermaga II (Area parkir C dan D) berkapasitas 640 unit kendaraan campuran, Dermaga III (Area parkir E dan F) berkapasitas 220 unit kendaraan campuran, Dermaga IV (Area parkir G, H dan I) berkapasitas 1.200 unit kendaraan campuran dan Dermaga IV dan V (Area parkir J) sebanyak 400 unit kendaraan. Sementara area parkir di luar pelabuhan mampu menampung sebanyak 3.585 unit kendaraan campuran.
“Kita juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian pada saat tertentu untuk menyediakan kantong kantong parkir di sejumlah rumah makan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera khusus untuk kendaraan jenis truk,”ungkapnya.
Kepadatan arus mudik dan arus balik diakui Eddy Hermawan dipastikan akan terurai karean sistem mobile e-ticketing yang diberlakukan di Hotel 56 Kalianda Lampung Selatan. Pembelian tiket dilakukan sekitar 30 kilometer dari area pelabuhan untuk mempermudah pembelian tiket tanpa antrean di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.


Pemeriksaan Narkoba Tetap Diperketat di Pintu Masuk Pelabuhan
Sebagai pintu keluar dari Pulau Sumatera, pemeriksaan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni tetap mendapat pengawasan dari Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan. Pemeriksaaan semua jenis kendaraan yang masuk melalui pintu masuk pelabuhan Bakauheni bahkan terus dilakukan untuk menghindari penyelundupan barang barang terlarang dan berbahaya diantaranya narkoba atau komoditas tanpa dokumen melalui pelabuhan Bakauheni.
Kepala Kepolisian Sektor Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, AKP Farhan mengakui pemeriksaan rutin terus dilakukan setiap hari oleh personil dari Sat Narkoba dan KSKP yang berjaga di area Seaport Interdiction. Pemeriksaan yang dilakukan anggota polisi berupa pemeriksaan terhadap penumpang kendaraan pribadi, kendaraan ekspedisi yang membawa barang barang kiriman berupa paket.
“Tetap kita lakukan pemeriksaan manual dan tentunya intensitas pemeriksaan juga meningkat seiring dengan volume kendaraan yang terus bertambah selama bulan ramadhan dan menjelang arus lebaran,”ungkap AKP Farhan.
Pemeriksaan ketat dilakukan mengingat pengiriman oleh jasa ekspedisi selama ramadhan meningkat hampir sebanyak 50 persen dibanding hari biasa. Pengiriman dengan jasa ekspedisi tersebut dikuatirkan digunakan sebagai modus para penyelundup mengirimkan barang barang terlarang melalui pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Peningkatan pengiriman barang tersebut dilakukan sebab memasuki H-4(hari keempat menjelang lebaran) truk ekspedisi non sembako dilarang menyeberang melalui pelabuhan Bakauheni.
Selain menyiagakan personil polisi, pemeriksaan oleh K-9 atau pemeriksaan oleh anjing pelacak khusus untuk pendeteksi barang barang terlarang juga dilakukan oleh sebanyak ekor anjing pelacak. Penggunaan anjing pelacak dilakukan untuk melakukan pemeriksaan terhadap barang terlarang yang disembunyikan dan harus menggunakan indera penciuman K-9.
[Henk Widi]
Lihat juga...