Arukat : PKI itu Otoriter

SENIN, 20 JUNI 2016

SURABAYA — Front Pancasila menggelar ‘Sarasehan Kebangsaan dan Buka Bersama di Balai Pemuda Surabaya, Senin (20/6/2016). Sebelum melaksanakan sarasehan kegiatan yang dihadiri puluhan anggota Front Pancasila melakukan aksi dengan membakar Replika Bendera Partai Komunis Indonesia (PKI) sekaligus membawa spanduk yang berisikan Presiden Joko Widodo, tidak boleh meminta maaf kepada pemberontak dan penjahat negara, PKI.

Selain itu meminta Gubernur dan Aparat untuk menindak tegas penyebaran faham komunis yang baru-PKI gaya baru. Aksi dilakukan di jalan Gubernur Suryo dengan dikawal ketat dari kepolisian.
Setelah melakukan aksi, puluhan massa pun masuk kedalam gedung Balai Pemuda untuk mengikuti seminar kebangsaan.
Ketua Front Pancasila, Arukat Djaswadi menjelaskan bahwa komunisme sekarang mulai masuk ke Indonesia. Banyak anak muda yang tidak paham rasa kebangsaan.
“PKI itu otoriter, tak punya rasa kemanusiaan,” jelasnya ditengah-tengah seminar.
Arukat pun mendesak untuk gubernur membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan perluasan ajaran komunis. “Kita harus mendorong gubernur untuk membuat Perda pelarangan ajaran komunis dalam segala bentuk dan manifestasinya,” ujarnya.
Laksamana TNI (Purn) Slamet Subiyanto menambahkan negara demokrasi saat ini sedang terhasut, demokrasi harus musyawarah. Pilihannya orde lama, orde baru atau reformasi. “Pancasila harus sistem majelis bukan partai,” pungkasnya. (Charolin Pebrianti).
Lihat juga...