Bangun Sinergitas, LBH Apik Gelar Diskusi dengan Insan Pers

SELASA, 21 JUNI 2016

ACEH — Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH Apik) Aceh mengatakan, media massa memiliki peranan penting dalam menyebarluaskan informasi. Peranan tersebut katanya, seharusnya menjadi wadah edukasi bagi para pembaca.
Direktur LBH Apik Aceh, Roslina Rasyid mengatakan, saat ini cenderung banyak media yang luput daripada fungsinya sebagai salah satu wadah pendidikan. Media saat ini justru kerap menyampaikan informasi-informasi yang kurang atau sama sekali tidak mendidik.
“Terutama informasi atau berita-berita tentang kasus kekerasan seksual, banyak sekali informasi yang justru tidak berpihak kepada korban, kemudian tidak ada dalam berita tersebut informasi yang positif baik dalam konteks dukungan positif pada situasi korban misalkan dengan pemberitaan yang lebih humanis,”  ujar Roslina saat menggelar diskusi dengan insan media di Aceh, Selasa (21/5/2016).
Disebutkan, temuan LBH Apik Aceh, media menuliskan judul yang terkadang menyudutkan korban kekerasan perempuan baik itu anak ataupun perempuan itu sendiri. Kemudian dalam beberapa pemberitaan di beberapa media juga menyebutkan identitas korban.
Menyikapi hal tersebut, pihaknya ingin bersinergi dengan awak media untuk membangun kerjassama antara LBH Apik Aceh dan awak media massa. Terutama, pemberitaan yang membangun keberpihakan media terhadap korban dalam bentuk pemberitaan.
“Melalui diskusi ini kita harap ada kesepakatan antara kita sebagai forum pengada layanan dengan para wartawa untuk membangun semacam kesepakatan dalam pemeberitaan, kemudian memberitakan berita yang humanis dan memiliki nilai edukasi positif, dan tentunya berita yang memiliki nilai dukungan terhadap korban kekerasan seksual,” jelas Roslina.
[Zulfikar Husein]
Lihat juga...