Banjir Bandang di Kabupaten Kapuas Hulu Makan Korban

SELASA, 21 JUNI 2016

KAPUAS HULU — Jajaran Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melaporkan menerima telah terjadi bencana alam yaitu tanah longsor yang mengakibatkan terjadinya banjir bandang di Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupapaten Kapuas Hulu, bahwa di Desa Tanjung Lokang wilayah Hulu Kapuas Kecataman Putussibau Selatan.
“Akibat dari kejadian tersebut telah menelan korban meninggal dunia. Luka parah serta mengalami kerugian materil berupa  rumah warga mengalami rusak berat,” kata Kepala Sub Bidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (Kasubbid PID) Humas Polda Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Polisi Cucu Safiyudin, Selasa (21/6/2016).
Adapun korban bencana alam tersebut berjumlah 4 orang sebagai berikut:
1. 1 ( satu ) orang perempuan umur 8 bulan dinyatakan Meninggal dunia.
2. 1 ( satu ) orang laki laki umur 7 thn mengalami luka parah dgn patah kaki di kaki.
3. 2 ( dua ) orang wanita umur  56 thn dan 33 tahun mengalami luka parah.
Kerugian materil berupa :
1. 12 buah rumah warga hanyut terbawa banjir bandang;
2. 1 buah gereja hanyut
3.  2 buah perumahan guru hanyut
4. 4 perumahan warga mengalami kerusakan yg mengakibatkan rumah tsb miring.
Kata Cucu Safiyudin, berdasarkan catatan pihaknya,  peristiwa tersebut merupakan kejadian pertama kali yang dialami masyarakat tanjung lokang mengingat karena selama ini belum pernah terjadi.
“Curah hujan begitu tinggi di daerah Hulu sungai Kapuas sehingga terjadi tanah longsor yg mengakibatkan banjir bandang. Untuk korban yang meninggal dan luka parah bukan merupakan warga yang tinggal di daerah pemukiman namun korban tersebut tinggal di daerah lokasi kerja tambang emas yang jaraknya dekat dengan lokasi tanah longsor.
Cucu Safiyudin menjelaskan, untuk sementara sudah diimbau kepada kepala desa melalui komunikasi radio agar masyarakat mengungsi ketempat yang lebih aman untuk menghindari terjadinya banjir susulan. Informasi bencana banjir bandang diperoleh melalui alat komunikasi radio mengingat daerah tsb sangat jauh dan belum terjangkau  sarana dan prasarana telekomunikasi.
[Aceng Mukaram]
Lihat juga...