Bulan Puasa, Penjual Kue Basah di Malang ‘Banjir’ Pembeli

SELASA, 21 JUNI 2016

MALANG — Kue basah merupakan jajanan yang banyak digemari dan dicari masyarakat terutama pada bulan Ramadhan seperti sekarang ini. Jajanan ini banyak di buru karena selain jenisnya yang beraneka ragam, bentuk dan ukurannya yang relatif tidak terlalu besar menjadi salah satu menu pilihan berbuka (takjil).
Di Malang sendiri tidak sulit untuk menemukan penjual kue basah terutama di pinggir-pinggir jalan yang menjual makanan berbuka. Beberapa jam menjelang waktu berbuka para pedagang mulai terlihat sibuk menata berbagai jenis kue basah untuk di tawarkan kepada para pembeli. Jenis kue yang di jajakan diantaranya kue lapis, risoles, nagasari, lumpur, bikang, roti kukus, pastel, tahu isi dan kue basah lainnya yang memiliki rasa manis hingga gurih.
Wiwin salah satu pedagang mengaku di bulan Ramadhan ini banyak masyarakat yang menjadikan kue basah sebagai menu pembuka saat berbuka. Ia juga mengatakan, di bulan puasa kue basahnya lebih banyak terjual dibandingkan pada hari-hari biasa.
“Kalau di luar bulan puasa biasanya kue  yang terjual dari pagi sampai jam 12 siang hanya berkisar 200-300 biji. Sedangkan saat bulan Ramadhan bisa terjual 400-500 biji, mulai pukul 15.00-19.00 WIB,” jelasnya.
Lebih lanjut Wiwin menyebutkan bahwa dari sekian banyak kue basah yang di jual, hanya beberapa yang ia buat sendiri sedangkan sisanya merupakan kue titipan dari orang lain. Dalam berjualan di bukan Ramadhan, Wiwin sengaja tidak menaikkan harga kuenya agar pelanggan setianya tidak berpindah ke pedagang lain.
“Harga kue masih sama dengan harga di luar bulan Ramadhan berkisar Rp.1.500-2.500,- per biji. Alhamdulillah, di bulan puasa meskipun jam berjualannya lebih singkat tapi pembelinya lebih banyak di banding hari biasa,” tutupnya.
[Agus Nurchaliq]
Lihat juga...