Kadishub DKI Jakarta Mengaku Belum Punya Terobosan Atasi Kemacetan di Jakarta

SENIN, 20 JUNI 2016

JAKARTA — Akhir-akhir ini kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas kendaraan bermotor di Ibukota Jakarta semakin tak terkendali dan semrawut, sekarang lokasi titik-titik kemacetan bertambah banyak. Kalau dulu kemacetan hanya terjadi saat jam berangkat kerja atau pada saat jam pulang kerja, namun sekarang hampir 12 jam lamanya kemacetan mengepung wilayah DKI Jakarta.

Saat ini kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas kendaraan bermotor Ibukota Jakarta tampaknya sudah tidak lagi mengenal hari kerja dan hari libur. Ibaratnya sekarang kemacetan terjadi mulai pagi, siang, sore, petang hingga malam, setelah malam tiba hingga dini hari saja yang relatif bebas dari ancaman kemacetan kendaraan bermotor.
Bisa dikatakan hampir setiap hari kemacetan semakin “menggila” di hampir semua wilayah Ibukota Jakarta, kemacetan biasanya mulai terjadi sejak pukul 07:00 WIB hingga pukul 20:00 WIB. Walaupun sudah tersedia angkutan umum massal yang terintegrasi/Mass Rapid Transit seperti Bus Trans Jakarta maupun Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek, namun sifatnya hanya mengurangi kemacetan, namun rupanya belum mampu menuntaskan kemacetan.
Meskipun setiap pagi dan sore ratusan petugas Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polda Metro Jaya dibantu ratusan petugas Dinas Pehubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta sibuk mengatur dan mengurai kemacetan, namun tampaknya kemacetan tidak dapat segera tuntas dalam waktu cepat dan singkat.
Meskipun di beberapa ruas jalan-jalan protokol di Ibukota sudah lama menerapkan sistem Three In One, yaitu pembatasan kendaraan umum minimal berpenumpang 3 orang atau lebih, namun tetap saja tidak mampu mengatasi atau mengurangi kemacetan arus lalu lintas kendaraan bermotor di Ibukota Jakarta.
Three In One pada awalnya berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan awal, ya setidaknya untuk sementara waktu bisa mengurangi kemacetan kendaraan bermotor. Namun belakangan sistem Three In One tersebut banyak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, akhirnya awal Juni 2016 Pemprov DKI Jakarta resmi menghapus Three In One.
“Kalau saya sekarang ditanyai orang, apa terobosan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, ya saya tinggal bilang terus terang kepada warga masyarakat Ibukota Jakarta, hingga saat ini kami memang belum punya terobosan, namun kami sedang berupaya dan mengkaji rencana penerapan Electronic Road Pricing (ERP) atau aturan jalan berbayar di beberapa titik-titik lokasi yang  telah ditentukan sebelumnya” demikian dikatakan Andri Yansyah, Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta kepada wartawan, Senin (20/6/2016). (Eko Sulestyono)
Lihat juga...