Kejati NTB, SP3 Bukan Barang Haram, Tapi Legal

SENIN, 20 JUNI 2016

MATARAM — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati), Nusa Tenggara Barat (NTB) Tedjo Lekmono mengatakan, meski Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap penanganan suatu perkara atau kasus di mata publik bukan termasuk kebijakan populer, tapi bukan berarti SP3 tidak dibolehkan.

“Meski di mata publik bukan merupakan kebijakan populer, tapi SP3 bukan barang haram dilakukan penyidik kejaksaan, tapi legal” kata Tedjo di Mataram, Senin (20/6/2016).
Hal tersebut disampaikan Kejati NTB menanggapi pertanyaan wartawan terkait kebijakan Kejati NTB melakukan SP3 terhadap sejumlah perkara yang ditangani Kejati NTB selama 2015.
Menurutnya proses dikeluarkan SP3 terhadap suatu perkara oleh penyidik Kejati NTB tidak dilakukan secara sembarangan atau pertimbangan apapun, tapi sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) atau yuridis.
“Saya jamin proses dikeluarkannya SP3 terhadap penanganan beberapa perkara di Kejati sudah sesuai SOP” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus, Suripto mengaku,  dikeluarkan SP3 terhadap tiga perkara yang ditangani Kejati NTB selama ini, selain sudah sesuai prosedur, juga telah meminta pendapat para ahli dari sejumlah universitas termasuk hasil investigasi BPK.
“Kalau kasusnya sudah lama dan tidak cukup bukti harus diputuskan dan harus berani jujur, tidak boleh menggantung nasib orang lain, harus ada kepastian hukum, meski di sebagian mata masyarakat dinilai tidak populer” ungkapnya.
Sebelumnya pada 2015 Kejati NTB dibawah Kepemimpinan Martono mengeluarkan SP3 terhadap tiga dugaan kasus korupsi yaitu kasus korupsi PAUDNI, Pembangunan padepokan silat dan terakhir kasus DBH-CHT NTB yang sempat dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan, tapi belakangan oleh Kejati NTB dinyatakan SP3.
Atas kebijakan tersebut, Kejati NTB dinilai banyak kalangan aktivis dan NGO anti korupsi NTB sebagai kebijakan tidak populis dan tahun 2015 dinilai sebagai catatan paling buruk bagi Kejati NTB dalam menangani kasus korupsi.(Turmuzi)
Lihat juga...