Keluarga Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD Sumenep yang Diduga Melakukan Diagnosa Asal-asalan

SENIN, 20 JUNI 2016
SUMENEP — Bobroknya pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali dikeluhkan oleh keluarga pasien yang melakukan rawat inap di rumah sakit tersebut. Pasalnya petugas medis yang ada diduga melakukan diagnosa asal-asalan terhadap pasien, karena mereka memeriksa tidak secara detail dan menggunakan alat khusus dan tiba-tiba menyuruh pasien pulang dengan alasan tidak ada penyakitnya.

M. Hariri, keluarga pasien yang diduga diagnosa asal-asalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar, Kabupaten Sumenep.
Hal itu dialami oleh pasien bernama Edi Ruswandi (55) warga Perumahan Batuan, Kecamatan Batuan, pada hari Senin (20/6/2016) ingin melakukan rawat inap di di rumah sakit umum daerah ini. Setelah tiba ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) pasien itu diperiksa dengan menggunakan tangan dan alat pengukur panas tubuh (Termometer), setelah itu pasien divonis tidak ada penyakitnya.
“Sekitar pukul 12.00 WIB, saya masuk ke ruang IGD membawa bapak untuk dilakukan perawatan medis, karena sudah sekitar satu minggu tidak makan dan mual-mual. Setelah tiba di dalam ruangan bapak saya diperiksa, kemudian saya keluar untuk mengurus adminitrasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) untuk rawat inap, namun setelah saya masuk lagi bapak sudah tidak ada di dalam ruangan,” kata M. Hariri, menantu pasien yang di vonis tidak memiliki penyakit, Senin (20/6/2016).
Disebutkan, bahwa setelah melihat mertuanya sudah tidak ada di ruangan ia mencari keluar, setelah ketemu di luar ruangan ternyata bilang sudah diperiksa oleh petugas medis dan mengatakan tidak ada penyakit ditubuhnya. Merasa tidak terima melihat kondisi mertuanya yang sangat tidak memungkinkan, akhirnya kembali membawa bapaknya ketemu petugas medis yang menangani.
“Jadi setelah ditanyakan lagi kenapa kok bilang tidak tidak penyakitnya, ternyata petugas medis yang ada hanya diam saja, baru setelah itu mereka menginfus mertua saya. Jadi kalau ke rumah sakit harus mau mati dulu baru dilayani, sampai kapan pelayanan bobrok di rumah sakit ini akan berakhir. Karena sejak dulu banyak keluhan dari masyarat yang menjadi korban ketidakberesan pelayanan medis,” jelasnya kepada Cendana News.
Menurutnya, jika ingin mendapatkan pelayanan yang lebih baik di rumah sakit daerah ini memang perlu berdebat terlebih dahulu, karena apabila orang dinilai tidak tahu apa-apa akan mudah dibodohi oleh petugas yang di rumah sakit tersebut. Sehingga tak jarang keluarga pasien yang merasa kecewa saat melakukan perawatan medis akibat pelayanan yang asal-asalan.
“Sepertinya petugas rumah sakit semua memang pelu diganti dan dibersihkan, karena sejak dulu pelayanan rumah sakit ini tak kunjung mengalami perbaikan. Bahkan tetap saja tidak ada yang berubah kalau masalah peyananan,” terangnya Hariri dengan nada kecewa.
Padahal rumah sakit besar yang ada di ujung timur Pulau Madura ini diharapkan dapat memberikan pelayanan baik, tetapi malah sebaliknya terkesan membawa malapetaka ketika mendatangi rumah sakit tersebut.
Sementara Dr. Fitril Akbar, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moh. Anwar, Kabupaten Sumenep, mengaku, masih belum mendapat laporan dengan adanya pelayanan petugas medis yang di duga asal-asalan. Sehingga pihaknya tidak bisa menjelaskan apapun mengenai masalah tersebut.
                                                                                              
“Belum ada laporan ke saya, yang jelas SOP dan protab sudah ada, makanya nanti saya akan lihat. Nanti itu saya minta laporan,” pungkasnya dengan nada singkat. (M. Fahrul)
Lihat juga...