Kemampuan Bahasa Masih Jadi Kendala Bagi Tenaga Kerja Perempuan Asal NTB

SENIN, 20 JUNI 2016

MATARAM — Salah satu yang menjadi kendala sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi (PT) terutama tenaga terdidik dari kalangan perempuan bisa tembus perusahaan luar negeri sebagai tenaga kerja profesional adalah karena masalah kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Inggris.

“Bagaimana mau kita kirim sebagai tenaga profesional ke luar negeri, kalau kemampuan bahasa sebagian lulusan PT kita di Indonesia masih sangat memperihatinkan,” kata Kepala Deputi Badan Nasional Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja (BNP2T) Disnakertrans RI, Agustin di Mataram, Senin (20/6/2016).
Padahal kemampuan bahasa, terutama bahasa Inggris menjadi syarat utama bagi seseorang untuk bisa dipekerjakan di luar negeri. Untuk itulah, Agustin meminta kepada kepada semua PT di NTB, terutama PT Kesehatan, selain mendorong peningkatan kompetensi mahasiswa di bidangnya, juga bisa meningkatkan kemampuan bahasa.
“Tenaga kerja dengan kompetensi berkualitas saat ini masih banyak dibutuhkan sejumlah negara tujuan, karena itu melalui program pelatihan ini diharapkan nantinya bisa mengirim tenaga profesional sebanyak mungkin,” ungkapnya
Dikatakan, pihaknya hingga saat ini belum bisa memenuhi semua permintaan Jepang dalam pengiriman tenaga profesional, pihaknya baru mampu mengirimkan 60 persen saja, sementara untuk Taiwan setiap tahun Indonesia mengirim empat ribu tenaga kerja yang dipekerjakan sebagai perawat lansia. (Turmuzi)
Lihat juga...