Kyai Ahmad Zainuri ; Apa Perlu Pak Harto Dihidupkan Lagi

SENIN, 20 JUNI 2016

Liputan Khusus — Ada sedikit umpatan salah satu peserta dalam bedah buku Ayat-ayat yang disembelih saat di Halaman Masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Madiun, yang umpatan ataupun gojekan itu masih terngiang hingga saat ini. Dengan lantang, sosok pria berpeci dengan sorban putih yang melingkar di lehernya itu mengatakan “Apa perlu Pak Harto dihidupkan lagi untuk bisa menumpas habis PKI pada saat ini”.

Begitulah kurang lebih umpatan Pria jangkung itu yang langsung disambut gelak tawa oleh ratusan peserta yang hadir dalam kesempatan itu. Rupanya apa yang sontak keluar begitu saja dari bibir Kyai Ahmad Zainuri itu bukan tanpa sebab. Kata-kata yang keluar dari salah satu Alim Ulama di Madiun menggambarkan kekhawatiran akan kekejian PKI yang akan muncul kembali dengan sejarah kelam para Kyai dan Alim Ulama di Madiun yang menjadi korban kebiadaban PKI. 
Merujuk nama “Soeharto” adalah sosok yang saat itu (1965), mampu dan berani membrangus PKI sampai ke akar-akarnya. Sosok ketegasan Soeharto yang saat ini banyak dirindukan oleh masyarakat ditengah situasi dan kondisi  Bangsa Indonesia yang kian tidak menentu. Terlebih kemunculan paham komunis saat ini tidak lagi sembunyi-sembunyi, sehingga kekhawatiran akan tumbuh suburnya PKI sangat dirasakan.
“Soeharto adalah sosok yang tegas dan dapat dihandalkan untuk membrangus PKI dengan adanya Super Semar. Paling tidak ini untuk mengingatkan tentara (TNI), bahwa dengan korbannya para pendidiknya (Jendral), NKRI harus dipertahankan,” ungkap Kiai Ahmad Zainuri kepada Cendana News, usai bedah buku tersebut, Minggu (19/6/16).
Pesan yang ingin disampaikan Kyai Madiun tersebut bukan untuk menghidupkan seseorang yang telah mati, namun lebih kepada merindukan sosok yang tegas seperti halnya Jendral Besar H.M Soeharto. Di tengah ketidak-pastian kondisi Pertahanan Republik ini, karena paham komunis telah memasuki segala lini, ada kerinduan terhadap sosok tegas baik dari internal TNI-Polri maupun ketegasan dari Lembaga Negara Indonesia.
Ahmad Zainuri juga berpesan agar Umat Islam, TNI serta Umat Agama lain harus bersatu dan saling bergandengan tangan untuk menegakkan Pancasila secara murni. Ancaman komunis yang dapat membahayakan NKRI ini harus diperangi sejak dini, karena Bangsa Indonesia sudah mengecam peliknya sejarah pada 1948.  
“Kita tahu bahwa sejarah kelam pada 1948, korban dimana-mana. Umat Islam, TNI harus bersatu dengan rakyat dan negara untuk menegakkan Pancasila dengan murni. Sebab PKI itu anti tuhan, tidak mungkin mereka mau bersatu dengan Pancasila,” pungkas Kiai Ahmad Zainuri. (Harun Alrosid)
Lihat juga...