Masih Ada Ketimpangan antara Lembaga Pendidikan Negeri dan Swasta

SELASA, 21 JUNI 2016

MATARAM — Bupati Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB), Najmul Ahyar mengatakan harus diakui sampai sekarang masih terjadi ketimpangan antara lembaga pendidikan negeri dan swasta, baik dalam hal perhatian dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan maupun dari sisi finansial yang mendukung proses belajar mengajar.

“Masih terdapat ketimpangan dalam hal perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan negeri dan swasta, baik dari sisi kebijakan maupun dukungan sarana dan prasarana penunjang dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan” kata Najmul saat menghadiri pertemuan dengan pihak Kementerian Pendidikan di Mataram, Selasa (21/6/2016).
Untuk itulah, sebagai kepala daerah yang berlatar belakang pesantren, Najmul mengaku telah menelurkan kebijakan untuk memberikan perhatian secara adil dan proporsional, tanpa membedakan, baik lembaga pendidikan negeri maupun swasta untuk mendapatkan perhatian sama dari sisi kebutuhan sarana dan prasarana pendukung maupun sisi finansial.
Ia mengatakan, bagaimanapun lembaga pendidikan swasta seperti Pondok Pesantren tidak bisa dipungkiri telah memiliki andil besar dalam memajukan dunia pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga juga harus mendapatkan perhatian supaya terus bisa berkembang dan meningkatkan kualitasnya.
“Bagaimana mungkin mau menuntut semua lembaga pendidikan meningkatkan kualitas pendidikan, kalau dari sisi perhatian masih ada ketimpangan, harus ada keberimbangan, kalau ingin mutu dan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia bisa ditingkatkan” ungkapnya.
Lebih lanjut, Najmul juga mengkritik kurikulum pendidikan di Indonesia sekarang ini yang terkesan diskriminatif terhadap mata pelajaran agama dan meminta mata pelajaran agama tidak saja Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dijadikan mata pelajaran wajib, tapi juga mata pelajaran lain seperti Qur’an Hadits dan beberapa mata pelajaran agama lain.
Menurutnya, mengajarkan mata pelajaran agama juga tidak mesti membahas agama semata, tapi bisa juga diinternalisasikan pada mata pelajaran lain seperti mata pelajaran fisika, matematika maupun mata pelajaran lain, tergantung bagaimana kreatifitas guru.
“Sebagai komitmen atas hal tersebut, Pemkab KLU telah mengumpulkan semua Kepala Sekolah untuk menandatangani fakta integritas untuk mewajibkan setiap guru mata pelajaran bisa menginternalisasikan pelajaran agama ke dalam mata pelajaran diajarkan” tutupnya.(Turmuzi)
Lihat juga...