Massa Buruh Penuhi Ruang Sidang di PN Jakarta Pusat, Tuntut Rekannya Dibebaskan

SELASA, 14 JUNI 2016

JAKARTA — Ratusan buruh yang tergabung dalam forum Serikat Pekerja Indonesia (SPI) tampak terlihat berdatangan dan berjubel, mereka memaksa masuk ke dalam Ruang Sidang Kartika IV Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, yang berada di Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa siang  (14/6/2016).
Ratusan massa buruh tersebut sengaja datang dari mana-mana untuk memberikan dukungan kepada 23 aktivis rekan-rekan sesama buruh yang saat ini sedang menjalani proses persidangan di PN Jakarta Pusat. Mereka menuntut agar ke 23 teman-temannya tersebut segera dibebaskan dari segala tuntutan dan dakwaan.
Selain itu mereka juga menuntut agar Majelis Hakim juga membebaskan dua orang pengacara sebuah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan seorang mahasiswa salah satu universitas yang sebelumnya juga ikut-ikutan ditahan dan diamankan bersama 23 aktivis buruh lainnya. Jalannya persidangan tersebut mendapatkan pengawalan ketat puluhan petugas kepolisian dari Polres Metro Jakarta Pusat.
Perlu diketahui sebelumnya, 26 orang terpaksa diamankan oleh pihak kepolisian karena melebihi ketentuan batas waktu aksi unjuk rasa berakhir, yaitu tidak boleh melebihi pukul 18:00 WIB. Mereka semua diamankan dan ditahan usai menggelar aksi unjuk rasa bersama ratusan buruh di depan Istana Negara, Silang Monas, Jakarta Pusat, pada hari Jumat (30/10/2015) tahun lalu.
Pantauan Cendana News, didalam Ruang Sidang Kartika IV, PN Jakarta Pusat tampak terlihat penuh sesak oleh massa buruh, padahal ruang persidangan tersebut sangat terbatas dan ukurannya tidak begitu luas,  kemudian seluruh kursi tempat duduk yang tersedia semuanya juga penuh, sehingga banyak diantaranya terpaksa duduk lesehan di lantai.
“Kami ratusan massa buruh yang tergabung dalam forum Serikat Pekerja Indonesia (SPI) sengaja datang ke PN Jakarta Pusat memberikan dukungan kepada rekan-rekan aktivis buruh yang saat ini sedang menjalani persidangan, kami meminta kepada yang Majelis Hakim yang terhormat untuk segera membebaskan mereka semua, stop semua bentuk kriminalisasi terhadap aktivis buruh dan segera bebaskan 26 rekan kami” demikian dikatakan Setiono, salah satu perwakilan dari massa buruh, Selasa (14/6/2016).(Eko Sulestyono)
Lihat juga...