Sejak 2008, 10 Orang Meninggal Akibat HIV AIDS di Lhokseumawe

SENIN, 20 JUNI 2016

ACEH — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh kembali menemukan penderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV). Tercatat dari 2008, Dinkes menemukan 24 kasus penderita HIV dan AIDS.
“Dari tahun 2008 hingga 2016 Lhokseumawe, dengan jumlah penderita HIV dan AIDS sebanyak 24 orang dan yang sudah meninggal sebanyak 10 orang,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Lhokseumawe, dr Helizar, kepada Cendana News, Senin (20/6/2016).
Ia menambahkan, dua pekan lalu, Dinkes Lhokseumawe menemukan satu kasus HIV/AIDS yang menimpa seorang warga. Temuan tersebut merupakan temuan pertama pada tahun 2016.
Temuan berawal dari saat korban berobat ke Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Lhokseumawe. Setelah dilakukan serangkain pemeriksaan, diketahui warga tersebut sudah terjangkit.
Sementara itu, terkait penderita, Helizar meminta masyarakat untuk tidak mengucilkan. Ia berharap masyarakat tidak lagi menggunakan stigma negatif kepada para penderita atau ODHA tersebut.
“Kita juga berharap agar masyarakat jangan mengucilkan keberadaan penderita yang terjangkit HIV, ditengah-tengah masyarakat karena terjangkitnya penyakit tersebut bukan semata- mata dari hubungan intim saja, namun itu juga bisa terjadi melalui jarum suntik yang tidak steril,” katanya.
Selain itu, tambah Helizar, Dinkes juga mengimbau masyarakat Lhokseumawe yang memiliki kerentanan dengan penyakit tersebut agar dapat memeriksakan diri. Pemeriksaan dapat dilakukan di puskesmas dan rumah sakit.
“Bila ada masyarakat yang mengalami kelainan pada kondisi tubuhnya. Dinkes Lhokseumawe menganjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan di Voluntary Counseling and Testing  atau VCT, di Puskesmas Muara Dua, Puskesmas Muara Satu, RS Kesrem,” jelasnya.
[Zulfikar Husein]
Lihat juga...