Terkait Relokasi Pelabuhan Mamuju, Warga Datangi DPRD Balikpapan

SELASA, 21 JUNI 2016

BALIKPAPAN — Rencana relokasi operasional Pelabuhan Mamuju ke pelabuhan Karingau menuai keresahan ratusan warga Kampung Baru yang bekerja dan pedagang yang terancam kehilangan mata pencaharian. Mencari solusi dan menyampaikan aspirasi, warga mendatangi kantor DPRD Balikpapan, Selasa (21/6).
Mahmud (32) salah seorang Mandor Pelabuhan Mamuju mengatakan, menolak relokasi tersebut karena kehadiran pedagang yang sudah lama berada di pelabuhan sebelumnya tidak diterima oleh pelaku usaha di Kariangau.
“Apabila dipindah ke Kariangau kita ndak bisa kesana. Disana kan ada juga coba bayangkan 400 -500 orang pindah. Masyarakat disana kita nggak boleh pindah kesana,” tuturnya dengan lantang.
Ia mengaku tidak ada pemberitahuan secara tertulis. Kalaupun ada hanya disampaikan secara lisan. 
“Beberapa hari yang lalu dikabarkan akan ditutup mau dipindah ke Kariangau. Seharusnya ini disampaikan 3-6 bulan lah,” keluh Mahmud.
Sementara Tini (40) warga  lainnya yang bekerja sebagai penjualan nasi selama 11 tahun ini menyebutkan, ia dipastikan kehilangan mata pencarian.
“Kan jauh sekali. Banyak juga ibu- ibu yang tanpa suami berjualan disitu,” katanya ditemui di DPRD Balikpapan.
Kedatangan mereka ke DPRD Balikpapan untuk meminta kepastian relokasi pelabuhan tersebut. Dan kedatangan mereka diterima dan dijadwalkan oleh Komisi III DPRD Balikpapan didampingi Dishub Kota Balikpapan.
[Ferry Cahyanti]
Lihat juga...