Yayasan Palung Salurkan Beasiswa Peduli Orangutan pada Lulusan SMA

SENIN, 27 JUNI 2016

KETAPANG — Direktur Yayasan Palung, Cassie Freund, mengaku sangat berterimakasih dengan adanya beasiswa Bornean Orangutan Caring Scolarship (BOCS). Berkat kerjasama baik yang diselenggarakan oleh Yayasan Palung (YP), Orang Utan Republik Foundation (OURF) dan Orangutan Outreach (OO).
Cassie Freund mengatakan, adapun hadirnya beasiswa peduli orangutan ini merupakan program yang diperuntukkan bagi pelajar di dua kabupaten di Kalimantan Barat, yaitu di Ketapang dan Kayong Utara.
“Tidak hanya orang asing yang perlu peduli terhadap satwa langka di Indonesia, tetapi juga generasi muda di Indonesia, lebih khususnya harus memiliki kepedulian terhadap orangutan di Kalimantan dan konservasi di masa yang akan datang,” kata Cassie Freund, dalam siaran pers rilisnya yang diterima di Kota Pontianak, Senin (27/6/2016).
Dikatakan Cassie Freund, beasiswa Peduli Orangutan Kalimantan atau lebih dikenal dengan nama BOCS merupakan beasiswa yang ada sejak tahun 2012 lalu.
Alasan utama hadirnya beasiswa ini tidak lain untuk menambah generasi intelektual yang mempunyai komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap upaya perlindungan dan penyelamatan Orangutan Kalimantan dan habitatnya.
Cassie Freund berkata, adapun tujuan lain program ini juga untuk memberikan dukungan moril dan materil kepada generasi muda Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara untuk meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Mariamah Achmad, yang merupakan Menejer Pendidikan Lingkungan dan pelaksana program BOCS Yayasan Palung mengatakan tahun 2016 ini sudah ada 1 penerima BOCS dari angkatan pertama (2012) yang sudah menyelesaikan kuliahnya di FKIP PGSD Universitas Tanjungpura Pontianak dan 1 penerima lainnya yang kuliah di Fakultas Universitas Tanjungpura Pontianak  sedang melakukan penelitian skripsi yang diharapkan juga selesai pada tahun ini.
Ketua Orang Utan Republik Foundation (OURF), Gary L. Shapiro mengatakan, adanya beasiswa orangutan tidak lain adalah sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda untuk lebih terlibat terhadap konservasi orangutan dan habitatnya. Generasi Muda yang ada di Indonesia lebih khusus di Wilayah Sumatera dan Kalimantan.
“Besar harapan di tahun-tahun mendatang akan bertambah penerima beasiswa ini bukan hanya di Kalimantan Barat tetapi juga di Kalimantan lainnya. Namun, bukan berarti semudah itu, tantangan terbesar saat ini adalah menambah donor baru untuk membiayai program ini, kondisinya tidak banyak donor yang mau membiayai pendidikan karena dampaknya tidak terlihat dalam waktu cepat, lebih suka membiayai seperti patroli hutan, rehabilitasi orangutan ataupun program pertanian,” ujarnya.
Tahun ini, keenam orang yang terpilih (menerima) beasiswa orangutan (BOCS 2016) adalah Ervan Wahyudi dari SMAN 1 Sungai Laur, Supriadi dari SMAN 1 Sandai, Victor Samudera dari SMAN 1 dari Sungai Laur, Sari Ulandari, SMAN 3 dari Simpang Hilir, Dedi Januri dari SMAN 1 dari Seponti dan Nur Sholihin dari MAS Al-Muhajirin, mereka lolos seleksi pada tahap akhir, 31 Maret 2016 lalu.
Selanjutnya mereka siap untuk kuliah di Universitas Tanjungpura dan bergabung dengan penerima BOCS angkatan I dan IV, sebanyak 13 orang. Kini, jumlah keseluruhan penerima BOCS bertambah menjadi 19 orang. Hingga saat ini, penerima beasiswa orangutan Kalimantan dan Sumatera, sebanyak 100 orang penerima beasiswa.
Dalam acara tersebut juga hadir beberapa tamu undangan seperti  Kepala bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Ketapang, Ucup Supriatna. Hadir pula tamu undangan dan mitra-mitra kerja Yayasan Palung, seperti dari Yayasan IAR Indonesia, BTNGP dan BKSDA, Para Relawan Yayasan Palung (Tajam dan RebonK).
Dengan adanya beasiswa BOCS ini, bisa menginspirasi generasi muda di Tanah Kayong (Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara) untuk semakin peduli terhadap konservasi orangutan dan habitanya di masa kini dan yang akan datang. 
[Aceng Mukaram]
Lihat juga...