Petani Dihimbau Tak Perlu Risau Hadapi Musim Kemarau Basah

MINGGU, 31 JULI 2016

YOGYAKARTA — Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Hediati Soeharto, menghimbau kepada para petani agar tak perlu terlalu merisaukan cuaca di musim kemarau basah ini. Menurutnya, Kementerian Pertanian dengan anggaran bantuan yang begitu besar, tentunya sudah mengambil langkah antisipasi jika memang kemarau basah ini akan menyebabkan puso atau kerugian lain di bidang pertanian.

Titiek Soeharto menyampaikan himbaunnya tersebut usai menghadiri syawalan bersama Forum Petani Kota Yogyakarta, Sabtu (30/7/2016). Kecuali belum tentu dampak dari musim kemarau basah nanti akan benar-benar menimbulkan gagal panen atau musibah lain yang bisa merugikan petani, proses tanam tidak boleh mundur. Jika para petani takut dan kemudian tidak bercocok-tanam, maka justru akan semakin rugi karena kehilangan satu musim tanam yang sangat berharga dalam upaya mencapai swasembada pangan.
Namun demikian, Titiek Soeharto meminta, selama dalam musim kemarau basah ini para petani harus lebih aktif berkoordinasi dengan petugas Dinas Pertanian, pendamping lapangan atau penyuluh pertanian di wilayahnya. Hal ini agar jika sewaktu-waktu terjadi perubahan cuaca atau gangguan lain akibat musim yang tidak tentu, petani bisa mengantisipasinya lebih dini.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pertanian Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta, Benni Nurhantoro, menyatakan, musim kemarau basah dengan segala kemungkinan dampak buruknya tidak perlu diresahkan. Sebaliknya, dengan musim kemarau basah ini beberapa tanaman yang membutuhkan asupan air yang banyak seperti padi justru diuntungkan. Bahkan, katanya, akibat curah hujan tinggi selama ini justru berdampak positif bagi sebagian wilayah pertanian di Kota Yogyakarta.
Dikatakan Benni, kawasan lahan pertanian di Kotagede yang selama ini diragukan karena banyak saluran air yang terputus akibat pembangunan gedung dan pemukiman baru, beberapa tahun terakhir ini justru mendapatkan asupan air yang melimpah. Karena itu, Benni meminta agar petani tak perlu risau dan takut menghadapi musim kemarau basah ini. 
“Kami melalui berbagai instansi terkait juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk dalam menghadapi kemungkinan rubuhnya padi akibat badai atau angin besar”, pungkasnya. (koko)
Lihat juga...