Fahri Dilaporkan Bareskrim Polri, Ketua DPR Sebut Itu Konsekuensi

56

KAMIS 10 NOVEMBER 2016

JAKARTA—Fahri Hamzah sudah sepatutnya mempertanggungjawabkan sikapnya. Pimpinan DPR sendiri  sudah menghimbau agar semua elite menahan diri.  Namun faktanya ternyata ada yang bisa menahan diri dan ada yang tidak ikut.
Ade Komarudin
Demikian pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ade Komarudin menanggapi relawan Jokowi yang telah melaporkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke Bareskrim polri terkait upaya makar dalam orasinya pada ‘Aksi Bela Islam’ 4 November 2016.
“Itu konsekuensi, saya selalu bilang kalau ada apa apa di negara demokrasi ini, maka ada prosesnya, Ya itu mungkin bagian yang diajukan relawan Jokowi,” ujar Ade di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Kamis (10/11/2016).
Di tempat yang sama, Fahri Hamzah menegaskan bahwa pasal makar sebagian besar sudah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK RI) sebagai bentuk penyesuaian dengan Undang-undang Dasar 1945 yang baru.
Jelas Fahri, hal tersebut sangat tidak beralasan adanya sejumlah pihak yang melaporkan dirinya ke Mabes Polri terkait upaya penghasutan makar. Fahri menyebut, makar itu hanya terkait dengan ‘Force Attack’ atau serangan brutal dengan segala kekuatan yang  bersifat kuat.
“Pasal makar yang tersisa hanya yang terkait ‘Violent Atack’ seperti jika orang tersebut membocorkan rahasia negara, juga kerjasama dengan tentara asing dalam massa perang,” tutur Fahri.


Jurnalis: Adista Pattisahusiwa/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Adista Pattisahusiwa

Komentar