Atasi Lahan Kritis, Pemprov NTB Tanam Enam Juta Bibit Pohon

JUMAT, 30 DESEMBER 2016

MATARAM — Upaya mengatasi dan mengurangi luasan kerusakan hutan dan lahan kritis di kawasan hutan yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB), Pemerintah Provinsi melakukan reboisasi atau penanaman kembali sebanyak enam juta lebih bibit pohon.
Kepala Dinas Kehutanan NTB, Husnaniaty Nurdin
“Untuk mengatasi kerusakan hutan akibat aksi perambahan dan pembalakan liar, tahun ini kita telah melakukan penanaman bibit pohon sebanyak 6.626.239 batang di atas lahan seluas 9.475 Hektare,” kata Kepala Dinas Kehutanan NTB, Husnaniaty Nurdin di Mataram, Jum’at (30/12/2016).
Proses reboisasi atau penanaman kembali pada lahan kawasan hutan melibatkan semua unsur, mulai dari Pemprov NTB, Pemkab Kabupaten Kota, TNI, aktivis peduli dan pecinta alam termasuk masyarakat, khususnya masyarakat sekitar.
Ia berharap, melalui upaya tersebut, luasan lahan kawasan hutan yang mengalami kerusakan akan bisa ditekan dan diharapkan akan bisa mengembalikan fungsi kawasan hutan yang saat ini mengalami kerusakan parah akibat aksi perambahan dan pembalakan liar.
“Untuk anggaran sendiri, bersumber APBD Provinsi dengan luasan kawasan hutan yang ditangani seluas 3.511 Ha, APBD Kabupaten seluas 829 Ha, DAK seluas 1.941 Ha, APBN BPDAS seluas 2.025 Ha, APBN BPHP seluas 19 Ha dan sumber lainnya berupa LSM dan perusahaan seluas 1.151 Ha,”sebutnya.
Husnaniaty mengatakan, untuk diketahui luasan lahan kritis kawasan hutan di NTB seluas 578.645,97 Ha, pada tingkat Sangat Kritis 23.218,61 Ha, Kritis 154.358,31 Ha, dan Agak Kritis 401.069,05 Ha.
Ditambahkan, sementara luas lahan kritis di dalam kawasan hutan seluas 141.375,54 Ha atau sekitar 13,19 persen dari luas kawasan hutan di NTB. Data ini merupakan data Citra Land Sat Tahun 2013 dan akan diperbarui pada Tahun 2017.

Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi

Lihat juga...