BKP Bakauheni Amankan Satwa Burung Tanpa Dokumen

SELASA, 27 DESEMBER 2016

LAMPUNG — Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni kembali menggagalkan pengiriman satwa tak dilindungi. Satwa jenis burung yang akan dikirim melalui Pelabuhan Bakauheni menggunakan kapal laut tersebut menurut Buyung Hadiyanto penyidik BKP Bakauheni dipastikan tidak ada dokumen pelengkap dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) asal serta dokumen dari karantina. 
Pemeriksaan kendaraan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni yang dicurigai membawa komoditas pertanian
Disebutkan, ratusan ekor burung jenis Kolibri yang dibawa menggunakan dua keranjang buah dan diletakkan di bawah tempat duduk penumpang tersebut kini diamankan di kantor BKP Bakauheni.
Menurut Buyung Hadiyanto, sebanyak dua keranjang buah berisi burung tersebut dibawa menggunakan kendaraan bus antarkota jurusan Medan-Jakarta. Satwa yang dibawa berasal dari Pekanbaru Provinsi Riau. Untuk menghindari kematian, pihak BKP akan segera melepasliarkan burung tersebut di alam bebas.
“Kita akan segera lepasliarkan karena saat pemeriksaan pembawa burung tersebut tidak bisa menunjukkan dokumen yang seharusnya dilengkapi, diantaranya dari BKSDA serta dokumen dari karantina,”terang penyidik BKP Bakauheni, Buyung Hadiyanto kepada Cendana News, Selasa (27/12/2016).
Pengiriman satwa jenis burung tersebut menurut Buyung Hadiyanto terbukti melanggar Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan. Selain itu dikuatirkan satwa jenis burung yang dibawa menggunakan bus kendaraan penumpang tersebut akan menjadi sumber penyakit bagi penumpang dalam kendaraan karena hewan tersebut dapat menjadi media pembawa hama penyakit hewan karantina (HPHK).
Petugas BKP Bakauheni
Ia mengimbau kepada masyarakat yang akan melalulintaskan satwa serta perusahaan bus yang mengangkut satwa jenis apapun harus melengkapi dokumen karantina yang dipersyaratkan, diantaranya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), surat izin pengepul dari BKSDA daerah asal, serta membayar tarif penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Pembayaran PNBP tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2016 tentang jenis dan tarif atas penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada Kementerian Pertanian.
Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni sebelumnya pada bulan November juga mengamankan ratusan ekor satwa jenis burung tanpa dokumen karantina. Satwa jenis burung yang diamankan terdiri dari 14 keranjang buah diantaranya lima keranjang berisi burung jalak, delapan keranjang berisi burung ciblek, satu keranjang berisi burung kutilang, satu keranjang bersisi burung poksai, satu keranjang berisi burung srindit, satu ekor tengkek buto dan lima kardus berisi burung cucak ranting dan cucak mini.
“Kita lakukan pengamanan selanjutnya jika para pengirim tidak bisa menunjukkan dokumen pelengkap langkah selanjutnya dengan cara melakukan pelepasliaran burung tersebut ke alam liar,”ungkap Buyung.
Dua keranjang burung kolibri yang diamankan petugas BKP Bakauheni
Selain mengamankan satwa jenis burung, BKP Bakauheni juga mengamankan sebanyak satu box daging celeng yang akan dikirimkan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa. Daging celeng tersebut saat ini masih diamankan di kantor BKP Bakauheni sebelum dimusnahkan.

Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Henk Widi

Lihat juga...