Bupati Ditangkap KPK, Pelantikan SOTK Klaten Batal Dilakukan

JUMAT, 30 DESEMBER 2016

SOLO — Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Klaten Sri Hartini, membuat agenda pelantikan dan pengukuhan Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) Setda Klaten yang sedianya dilaksanakan pada Jumat malam, batal dilakukan. [Baca juga: Tiga Pegawai Pemkab Klaten Turut Diamankan KPK
Ruangan tempat pelantikan SOTK

Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jaka Sawaldi menegaskan, hasil rapat antara Baperjakat menyebutkan, pelantikan dan pengukuhan terhadap 850 pejabat di Setda Klaten terpaksa ditunda. Hal ini disebabkan pejabat yang berhak melantik (bupati) tengah dirundung masalah hukum karena ditangkap KPK.

“Hasil rapat memutuskan jika pengukuhan SOTK ditunda sampai waktu yang belum ditentukan,” papar Jaka dalam jumpa pers dengan awak media, Jumat (30/12/2016). 
Dijelaskan, untuk bisa melanjutkan pelantikan STOK Klaten harus ada Surat Keputusan (SK) dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai Pejabat Pelaksana Sementara (PLT) Bupati. Jika tidak ada SK, tidak ada dasar hukum yang dapat digunakan untuk melantik pejabat.

“Siapa yang ditunjuk untuk PLT juga belum tahu, karena SK juga belum turun. Maka dari itu, yang kita minta adalah percepatan SK tersebut,” ungkap Sekda Klaten. 

Sekda Klaten, Jaka Sawaldi

Pelantikan SOTK sendiri ditarget maksimal dilakukan pada 2 Januari 2017. Mepetnya tenggang waktu tersebut, Jaka menilai agar permasalahan itu akan diserahkan kepada Kemendagri.

“Yang penting percepatan SK Mendagri turun dulu. Setelah turun baru ditandatangai dan bisa dilakukan pelantikan,” imbuhnya. 

Sementara itu, pantauan cendananews, jelang pelantikan SOTK Klaten seluruh persiapan telah dilakukan. Termasuk lokasi yang digunakan untuk melantik sudah siap dan undangan juga telah disebar. Seluruh persiapan terpaksa dibatalkan, karena ditangkapnya Bupati Klaten dalam OTT KPK.

Jurnalis : Harun Alrosid / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Harun Alrosid

Lihat juga...