Daerah Perbatasan Miliki Potensi Kerawanan Penyelundupan

RABU 28 DESEMBER 2016
BALIKPAPAN—Daerah perbatasan memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi pada penyelundupan, peredaran narkoba, kegiatan illegal logging. Hal itu dikatakan Panglima Kodam VI/Mulawarwan Mayjen TNI Johny L. Tobing saat upacara penerimaan Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia Yonif 403/Wirasada Pratista Kodam IV Diponegoro di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Selasa petang (27/12).
Panglima Kodam VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Johny L Tobing saat penerimaan satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia.
Dalam amanatnya Pangdam VI/Mulawarman mengatakan daerah perbatasan memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi seperti penyelundupan, peredaran narkoba, illegal logging, pelanggaran perbatasan, termasuk masyarakat pelintas batas secara illegal. Sehingga hal ini harus benar-benar menjadi perhatian seluruh prajurit selama melaksanakan tugas pengamanan perbatasan.

“Diingatkan lagi kepada prajurit-prajurit bertugas agar memperhatikan hal itu dalam pengamanan di daerah perbatasan,” katanya saat memberikan amanat kepada prajurit.

Pangdam juga mengatakan berbagai permasalahan perbatasan negara yang belum terselesaikan hingga kini masih menjadi suatu persoalan yang cukup kompleks, menyangkut kedaulatan dan integritas serta martabat masing-masing negara.

“Kita harus jaga batas negara dan buat rasa aman pada warga negara RI yang tinggal di daerah perbatasan,” ucapnya.

Untuk diketahui, garis perbatasan negara yang ada di wilayah Kodam VI/Mulawarman terbentang dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Timur dengan panjang sekitar 1.038 km, berada di Kabupaten Nunukan, Malinau dan Mahakam Hulu.

Pasukan Yonif 403/Wirasada Pratista Kodam IV/Diponegoro tersebut berangkat dari Yogyakarta menuju ke Semarang selanjutnya ke Pelabuhan Semayang Balikpapan menggunakan KRI 503 Teluk Amboina yang di Komandani oleh Letkol Laut (P) Martinus Hari.

Jurnalis:  Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti

Lihat juga...