Dewan Pers Sebut Kasus Opini Menghakimi Mulai Menonjol

SELASA, 27 DESEMBER 2016

SUMENEP — Pemberitan yang ditulis oleh media yang masuk kategori opini menghakimi mulai menonjol. Hal tersebut berdasarkan banyaknya aduan yang masuk ke Dewan Pers, bahkan beberapa media dilaporkan karena mempublish berita tanpa melakukan verifikasi terhadap sumber yang akan diberitakan, melainkan hanya memainkan opini dengan menghakimi pihak-pihak tersebut.
Imam Wahyudi, Anggota Dewan Pers
Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi mengatakan, selama ini banyak laporan dari berbagai macam kasus yang ditangani oleh pihaknya, tetapi kasus opini menghakimi tersebut mulai banyak. Sangat disayangkan apabila sampai berita hanya berdasarkan opini tanpa melakukan verifikasi dan meminta klarifikasi terhadap pihak yang bersangkutan.
“Kasus opini menghakimi sudah mulai menonjol sekarang, bahwa teman-teman tidak melakukan verifikasi kemudian memberikan opini menghakimi,” kata Imam Wahyudi, Anggota Dewan Pers saat berada di Kabupaten Sumenep, Selasa (27/12/2016).
Disebutkan, ketika ada pengaduan pihaknya terlebih dahulu memeriksa seluruh isi media bersangkutan, sehingga kecenderungan pemberitaannya akan diketahui seperti apa. Jika ditemukan, perlu dicurigai media itu abal-abal. Setelah itu media yang dilaporkan tersebut juga dilihat legalitas hukumnya apakah sudah terdaftar di Dewan Pers atau tidak.
“Kalau memang tidak terdaftar dan isinya tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik kita nyatakan tidak layak proses dengan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999. Maka kepada pengadu kami berikan surat bahwa media ini disesuaikan dengan mekanisme hukum lain di luar Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999, artinya diluar pers,” jelasnya.

Jurnalis : M. Fahrul / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : M.Fahrul

Lihat juga...