Donasi Buku Perahu Pustaka Lampung Seberangi Selat Sunda

JUMAT, 30 DESEMBER 2016

Oleh Henk Widi

CATATAN JURNALIS — Kepedulian akan budaya literasi tak menghalangi relawan Perahu Pustaka mengarungi lautan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa. Radmiadi (35) penggagas Perahu Pustaka asal Bakauheni Lampung Selatan bahkan rela membawa perahunya menyeberangi Selat Sunda mengunjungi puluhan anak usia sekolah di wilayah Pulo Merak Banten tepatnya di kawasan Pantai Medaksa Merak Banten. Kunjungan Perahu Pustaka tersebut, ungkap Radmiadi, merupakan bentuk kepedulian akhir tahun relawan literasi akan anak-anak di Pantai Medaksa yang sebagian berprofesi sebagai pemulung, anak koin atau pencari koin yang dijatuhkan penumpang kapal roll on roll of (roro) di Pelabuhan Merak.

Kegembiraan anak-anak menerima buku dari Perahu Pustaka Lampung.

Sebagai salah satu armada Pustaka Bergerak yang ada di Lampung, Radmiadi mengaku, memiliki keprihatinan terhadap kondisi anak-anak yang sebagian putus sekolah bahkan masih tetap bersekolah meski mencari biaya sendiri sebagai pedagang asongan. Ia mewujudkan keprihatinannya dengan membagikan puluhan eksemplar buku gratis termasuk alat tulis kepada puluhan anak di kampung Medaksa yang berada dekat dengan Pelabuhan Merak tersebut.

“Saya sengaja datang dari Lampung setelah melihat banyak anak di sini mungkin hanya lulus SMP dan saat saya tanya mereka jarang membaca buku, sebagian saya beri buku tulis dan alat tulis dan dipersilakan membaca buku yang saya bawa di Perahu Pustaka,” terang Radmiadi warga Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni yang dikenal sebagai penggagas Perahu Pustaka Lampung tersebut saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (30/12/2016).

Komunitas Pustaka Bergerak salah satunya Perahu Pustaka yang dibentuk sekitar satu bulan lalu tersebut, menurut Radmiadi sengaja fokus pada anak-anak nelayan serta anak-anak di kepulauan. Perahu Pustaka sendiri, menurut Radmiadi, merupakan bagian dari armada Pustaka Bergerak yang ada di Lampung di antarnya Motor Pustaka, Onthel Pustaka, serta Matic Pustaka. Sebelumnya, Perahu Pustaka bahkan mengunjungi ratusan anak yang berada di Pulau Rimau Balak, Kecamatan Ketapang, Lampung. Selain itu sambil memberi donasi buku, rencananya Perahu Pustaka juga akan mengunjungi Pulau Sebuku dan Pulau Sebesi untuk membawa buku-buku bacaan bagi anak-anak nelayan di wilayah tersebut. Khusus bagi anak- anak Pulo Merak Banten, Radmiadi mengaku, sudah lama merencanakan untuk mendonasikan buku serta membawa buku-buku bacaan. Sebagian anak-anak yang masih bersekolah tersebut, diakuinya masih menikmati masa liburan dan sebagian beristirahat sebelum bekerja sebagai pedagang asongan, pencari koin serta membantu orang tua. Terlihat wajah-wajah ceria saat anak-anak tersebut menerima buku dari Perahu Pustaka karena selama ini mereka belum pernah mendapatkan buku-buku bacaan terutama buku anak-anak.

Armada Perahu Pustaka yang bersandar di Sungai Medaksa.

Ia mengaku, anak-anak tersebut sebagian tinggal di muara Sungai Medaksa yang membelah Desa Taman Sari dan Desa Mekar Sari. Selain pertama kali datang untuk memberikan donasi buku-buku, Radmiadi mengaku akan membentuk rumah baca di dua desa tersebut dengan memanfaatkan perahu-perahu yang sudah tak terpakai. Perahu yang tak terpakai tersebut akan dijadikan tempat membaca serta belajar bagi anak-anak putus sekolah atau sekadar membaca buku-buku milik Perahu Pustaka.

“Saya akan tempatkan ratusan buku di desa ini selanjutnya mencari tambahan buku dengan membeli dan dari donatur, karena anak-anak nelayan ini jarang memperoleh buku dan membaca buku,” ungkap Radmiadi.

Anak-anak menerima buku dari Radmiadi, penggagas Perahu Pustaka.

Selain di tempat tersebut sejumlah titik yang akan didatangi oleh relawan Perahu Pustaka di antaranya wilayah pesisir Selat Sunda baik di wilayah Banten maupun Lampung. Armada Perahu Pustaka yang saat ini dua unit, diakui Radmiadi, akan diperbanyak dengan memanfaatkan perahu-perahu yang sudah tak terpakai untuk digunakan di daratan. Sementara perahu yang masih bisa digunakan akan menjadi sarana untuk menyambangi pulau-pulau terpencil dan pesisir di Selat Sunda dengan tujuan membawa buku-buku untuk bacaan anak pesisir.

Jurnalis: Henk Widi / Editor: Satmoko / Foto: Henk Widi

Lihat juga...