Dua Jam Diguyur Hujan, Sejumlah Ruas Jalan di Kota Maumere Terendam Banjir

SABTU, 31 DESEMBER 2016

MAUMERE — Selama dua jam lebih diguyur hujan sejak sekitar pukul 10.00 WITA hingga pukul 12.30 WITA, beberapa ruas jalan di Kota Maumere terendam banjir. Genarangan air mengalir melewati badan jalan negara. Warga Kota Maumere, Martinus Pila yang ditemui di perempatan Jalan Achmad Yani depan rumah jabatan Wakil Bupati Sikka, Sabtu (31/12/2016), mengatakan, banjir terjadi akibat hujan lebat mengguyur Kota Maumere.
Air yang menggenangi jalan negara di jalan Achmad Yani Maumere.
Menurut Martin, sapaan akrab Martinus Pila, banjir paling parah terjadi di perempatan Jalan Gajah Mada depan Gelora Samador. Air dari arah selatan kota yang lebih tinggi mengalir deras melewati badan jalan. Selain itu, banjir juga merendam jalan negara di sepanjang Jalan Achmad Yani dan Gajah Mada serta Jalan Jenderal Sudirman. Biasanya, banjir terjadi sebab air dari arah selatan Kota Maumere yang berada di ketinggian selalu mengalir melewati saluran ke arah laut di utara Kota Maumere.
Banjir terjadi sebab rata-rata saluran air masih berukuran kecil dan dangkal, sehingga tidak bisa menampung debit air hujan. Selain itu, banyaknya sampah yang dibuang warga di saluran turut andil menyebabkan banjir. “Kota Maumere sudah berkembang pesat, sehingga pemerintah harus segera menata kembali saluran air. Apalagi banyak jalan di dalam Kota Maumere yang tidak dilengkapi saluran air,” tuturnya.
Banjir yang mengalir di jalan depan rumah jabatan wakil upati Sikka.
Heny Sumardi, warga pendatang yang berjualan di Kota Maumere, ditemui di Pasar Alok pun mengatakan hal senada. Perempuan asal Jawa Tengah ini menyebut, banjir memang sebuah persoalan yang selalu dialami sebuah kota, apalagi kota yang sedang berkembang. Di Jawa pun banjir masih sering terjadi di mana-mana.
“Pemerintah harus segera membangun saluran baru dan mulai memikirkan tata kota yang lebih baik, agar tidak selalu terendam banjir saat hujan dan sampah bertebaran di sepanjang jalan di dalam kota,” ucapnya.
Beberapa titik terparah banjir di Mauere terjadi di Kelurahan Nangameting di pertigaan jalan Dua Toru, perempatan Jalan Achmad Yani samping Kantor Bupati Sikka dan rumah jabatan Wakil Bupati serta depan Gelora Samador di Jalan Gajah Mada. Selain itu, genangan air terparah terjadi di depan Kantor Bea Cukai, Kantor Syahbandar dan Kantor Pelindo. Di ruas jalan depan pintu masuk Pelabuhan Laurens Saya Maumere sepanjang sekitar 100 meter ini, seusai hujan air biasanya terus menggenang hingga beberapa hari.
Kondisi jalan yang cembung dan saluran yang tidak berfungsi normal dan sempit, menyebabkan air tidak bisa mengalir ke Sungai Mati yang berada sekitar 50 meter sebelah timur jalan tersebut, yang langsung berbatasan dengan muara. Bukan hanya itu, ruas jalan depan Kantor Telkom, Gereja Santo Thomas Morus hingga Rumah Jabatan Wakil Bupati Sikka masih terlihat ranting-ranting pohon dan tanah bertebaran di sepanjang jalan.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Koko Triarko / Foto : Ebed De Rosary

Lihat juga...