Dua Minggu Diguyur Hujan, Petani di Kabupaten Sikka Mulai Tanam Jagung

SABTU, 31 DESEMBER 2016

MAUMERE — Sejumlah warga di Kabupaten Sikka yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan masyarakat yang bukan petani tetapi memiliki lahan pertanian, baik di Kota Maumere maupun di luar Kota Maumere, mulai melakukan penanaman jagung di lahan pertanian dan lahan kosong yang dimiliki. Hal demikian dilakukan menyusul hujan yang mulai turun setiap hari selama dua pekan ini.
Lahan sawah tadah hujan di Kecamatan Magepanda yang sudah mulai dibersihkan.
Salah-satu warga Desa Kolisia, Magepanda, Bernadus Kalis, ditemui Sabtu (31/12/2016), mengatakan, sejak dua minggu terakhir hujan selalu turun setiap hari, sehingga para petani mulai membersihkan lahan dan mulai menanam jagung. Selain itu, Kalis juga mengakui jika Pemerintah Daerah setempat melalui dinas terkait sudah menyuruh melakukan penanaman sejak tanggal  9 Desember, namun saat itu curah hujan belum terlalu banyak.
Para petani di Kecamatan Magepanda yang tergabung dalam Kelompok Tani sebut, Nadus, sapaannya, banyak yang sudah melakukan penanaman karena mereka mendapat bantuan bibit dan pupuk dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka. Namun, para petani yang tidak masuk dalam Kelompok Tani lebih memilih menanam sendiri.
“Kalau kami tidak masuk dalam kelompok, sehingga tidak mendapat bibit padi dan jagung serta pupuk, sehingga kami menanamnya sesuai perkiraan masing-masing dengan melihat curah hujan,” ungkapnya.
Nadus menjelaskan, petani yang tidak masuk kelompok menanam dengan benih padi dan jagung yang dimiliki sendiri dan kebanyak merupakan benih lokal yang disisihkan dari panen tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Kanisius Togo, kepada Cendana News menjelaskan, Kabupaten Sikka memiliki luas tanaman jagung sebanyak 18.000 Hektar. Untuk tahun 2016, Pemerintah telah menyiapkan benih jagung pada lahan seluas 13.700 Hektar, dengan rincian 11.000 Hektar benih jagung Hibrida sebanyak 275 Ton dan 2.700 Hektar memakai benih jagung Komposit sejumlah 67,5 Ton.
“Sisanya seluas empat ribu hektar lebih menggunakan benih swadaya para petani itu sendiri, yang berasal dari benih lokal dan benih unggul yang dibeli di toko yang menjualnya di Maumere,” terangnya.
Pemerintah, beber Kanis, juga telah menyalurkan benih padi jenis Hibrida untuk lahan persawahan dan lahan kering seluas 3.351 Hektar, dengan jumlah benih padi kurang lebih 83 Ton. Selain itu, sudah dibagikan benih kedelai untuk lahan seluas 250 Hektar dengan jumlah benih sebesar 12,5 Ton. 
“Semua benih sudah tersalurkan kepada kelompok tani dan ada yang sudah melakukan penanaman sejak minggu kedua bulan Desember kemarin,” pungkasnya.

Jurnalis : Ebed De Rosary / Editor : Koko Triarko / Foto : Ebed De Rosary

Lihat juga...